Jumat, Desember 12, 2008

Tekaje Crew

Diposting oleh Soraya di 12/12/2008 03:54:00 PM 2 comment Link ke posting ini
hm.. ini dia cowo2 kelasan tekaje, hihi.. iseng2 taro di blog. sorry bagi yg berkeberatan, cuma biar selalu inget kalian koq ^^


klo yang ini ada anak EKnya nih atu, hehe.. no problem lagh.. yg penting tekaje ngumpul pul pul.. ( tp ini dulu.. sekarang?! mayan sih masih pada ngumpul2 juga di warung mamang )

Rabu, November 26, 2008

Aqiqah dan Kurban

Diposting oleh Soraya di 11/26/2008 04:45:00 PM 2 comment Link ke posting ini
Ditulis oleh Dewan Asatidz

Aqiqah adalah sembelihan demi mensyukuri kelahiran jabang bayi, yang dilaksanakan pada hari ke-tujuh. Hukumnya sunat, menurut sebagian besar ulama, dan menurut ulama' Hanafiyah hukumnya mubah (dilaksanakan tidak dapat pahala, ditinggal tidak pula berdosa). Ada juga yang mengatakan wajib, seperti pendapatnya Imam al-Laitsy.

Hikmah disyari'atkannya aqiqah adalah mensyukuri ni'mat Allah yang telah mengaruniai jabang bayi, juga untuk menumbuhkan rasa persaudaraan di antara sanak famili dan handai tolan, dengan mengundang mereka pada pesta aqiqah tersebut.

Aqiqah dilaksanakan dengan menyembelih seekor kambing untuk seorang bayi. Sama saja, baik bayi laki-laki atau perempuan. Karena Rasulullah meng-aqiqahi ke dua cucunya, Hasan dan Husein, seekor untuk Hasan dan seekor untuk Husein. Ada juga yang berpendapat, jika bayi laki-laki harus 2 ekor kambing dan satu ekor untuk bayi perempuan, yang didasarkan pada hadis Rasul: 'anil ghulaami syataani mukaafiataani wa 'anil-jaariyati syaatun" (dua kambing untuk bayi laki-laki, seekor kambing untuk bayi perempuan). Saya kira, tinggal melihat kondisi. Kalau mampu membeli dua ekor kambing (jika bayi kita laki-laki), ya akan lebih baik.

Dengan melaksanakan aqiqah, maka seaakan-akan sang bapak telah membebaskan anaknya dari tuntutan. "Kullu mauluudin marhuunun bi 'aqiiqatihi" (setiap bayi tertuntut sampai pelaksanaan aqiqahnya), kata sebuah hadis.

* Bila anak tersebut belum diaqiqahkan hingga dewasa, apakah orang tua masih memiliki hutang untuk melaksanakannya?

Hutang dimaksud, adalah hutang karena belum melakukan kesunatan. Jadi seandainya hutang itu tak disahur juga tak berdosa, karena sunat saja hukumnya.

* Bolehkah kita mengaqiqahkan diri kita sendiri?

Boleh mengaqiqahkan diri sendiri, spt yg dilakukan Nabi.

* Bolehkah aqiqah tersebut kita wakilkan pelaksanaannya kepada orang lain dan bolehkah diganti bentuknya dengan uang seharga hewan aqiqah?

Utk sekedar pelaksanaan aqiqah, boleh saja diwakilkan kepada orang lain. Tapi yg jelas niatnya kan tetap utk orang tertentu: utk kita atau anak kita, misal. Dan dana tentu juga dari kita.

Melihat hikmah dilaksanakannya aqiqah, maka kedudukan aqiqah tak bisa diganti dengan uang yang senilai daging aqiqah.

* Bolehkah aqiqah digabungkan pelaksanaannya dengan qurban?

Penggabungan aqiqah dengan qurban, boleh-boleh saja. Tapi penggabungan waktu saja. Kalau yang dimaksud peggabungan itu menggabungkan daging sembelihan maka itu ndak mungkin. Karena cara pelaksanaannya beda.

* Bayi umur berapa hari harus diaqiqahkan? Bagaimana kalau dilakukan pada usia 30 hari?

Walaupun pelaksanaan aqiqah disunatkan pada hari ketujuh setelah kelahiran, para ulama berpendapat aqiqah tetap disunatkan selama bayi belum diaqiqahi. Bahkan Nabi pun baru melaksanakan aqiqah atas diri beliau setelah menerima tugas kenabian. Jadi, kalau Anda mau melaksanakan pada hari ke-30 itu juga tak apa-apa.

* Bolehkan daging aqiqah tersebut dimasak dan kemudian disajikan pada saat acara pengguntingan rambut bayi dan peresmian nama bayi?

daging aqiqah memang seharusnya disajikan dalam keadaan matang, kebalikan dari daging kurban yang harus dibagikan dalam keadaan mentah.

* Bolehkan mengundang teman-teman sepekerja untuk datang ke rumah untuk makan bersama?

Keinginan Anda mengundang teman-teman Anda dalam acara aqiqah itu memang disunatkan/dianjurkan demikian. Juga jangan lupa untuk mengundang sanak famili.

* Bolehkah uang biaya aqiqah tersebut saya serahkan ke panti asuhan (tanpa menyembelih kambing)?

Adapun mengalihkan biaya aqiqah ke panti asuhan, itu tidak menggugurkan kesunatan aqiqah. Maksudnya, aqiqah dan bersedekah itu ibadah tersendiri, sama-sama disunahkan, tidak saling mengganti. Jadi, bila Anda mengalihkan biaya aqiqah untuk disedekahkan ke panti asuhan itu hak Anda. Boleh-boleh saja dan Anda tentu mendapat pahala sedekah. Tapi kesunatan melaksanakan aqiqah belum gugur.

Yang perlu diingat, dalam mengadakan 'aqiqahan ini, mengikuti sunah Rasul, unsur terpokok adalah (menyembelih) kambing, atau sapi untuk 7 bayi. Dari daging sembelihan itulah yang digunakan untuk pesta/selamatan.

PesantrenVirtual.com

Senin, November 24, 2008

Aqiqah

Diposting oleh Soraya di 11/24/2008 05:10:00 PM 0 comment Link ke posting ini
AHKAMUL AQIQAH
Oleh
Abu Muhammad 'Ishom bin Mar'i


[A]. PENGERTIAN AQIQAH

Imam Ibnul Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya "Tuhfatul Maudud" hal.25-26,
mengatakan bahwa : Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah "Menyembelih hewan
pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya." Selanjutnya Ibnu Qayyim
rahimahulloh berkata :

"Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena
mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama."

Imam Ahmad rahimahulloh dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau
dari segi syar'i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban
atau menyembelih (an-nasikah).

[B]. DALIL-DALIL SYAR'I TENTANG AQIQAH

Hadist no.1 :
Dari Salman bin 'Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : "Aqiqah
dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah
semua gangguan darinya." [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih
lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh
Albani]

Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan
semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35),
Cetakan Darul Kutub Al-'Ilmiyah, pent]

Hadist no.2 :
Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi
tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan
(kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya." [Shahih, Hadits Riwayat Abu
Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa'I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8,
17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Hadist no.3 :
Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : "Bayi laki-laki diaqiqahi
dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing." [Shahih,
Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163),
dengan sanad hasan]

Hadist no.4 :
Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : "Menaqiqahi Hasan dan
Husain dengan satu kambing dan satu kambing." [HR Abu Dawud (2841) Ibnu
Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih
sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel 'Ied]

Hadist no.5 :
Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda :
"Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena
kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang
sama dan untuk perempuan satu kambing." [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu
Dawud (2843), Nasa'I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq
(4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)]

Hadist no.6 :
Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata :
Rasulullah bersabda : "Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak
kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya." [Sanadnya Hasan, Hadits
iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam "Mu'jamul Kabir" 1/121/2, dan
al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum
mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat
serta para ulama salafus sholih.

[C]. HUKUM-HUKUM SEPUTAR AQIQAH

HUKUM AQIQAH SUNNAH

Al-Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahulloh berkata dalam Nailul Authar
(6/213) : "Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist Nabi :
"....berdasarkan hadist no.5 dari 'Amir bin Syu'aib."

BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENGINGKARI DAN MEMBID'AHKAN AQIAH

Ibnul Mundzir rahimahulloh membantah mereka dengan mengatakan bahwa :
"Orang-orang 'Aqlaniyyun (orang-orang yang mengukur kebenaran dengan
akalnya, saat ini seperti sekelompok orang yang menamakan sebagai kaum Islam
Liberal, pen) mengingkari sunnahnya aqiqah, pendapat mereka ini jelas
menyimpang jauh dari hadist-hadist yang tsabit (shahih) dari Rasulullah
karena berdalih dengan hujjah yang lebih lemah dari sarang laba-laba."
[Sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya "Tuhfatul
Maudud" hal.20, dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam "Fathul Bari" (9/588)].

WAKTU AQIQAH PADA HARI KETUJUH

Berdasarkan hadist no.2 dari Samurah bin Jundab. Para ulama berpendapat dan
sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ketujuh dari hari
kelahirannya. Namun mereka berselisih pendapat tentang bolehnya melaksanakan
aqiqah sebelum hari ketujuh atau sesudahnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar
rahimahulloh berkata dalam kitabnya "Fathul Bari" (9/594) :

"Sabda Rasulullah pada perkataan 'pada hari ketujuh kelahirannya' (hadist
no.2), ini sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu
adanya pada hari ketujuh dan orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh
berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. bahwasannya syariat
aqiqah akan gugur setelah lewat hari ketujuh. Dan ini merupakan pendapat
Imam Malik. Beliau berkata : "Kalau bayi itu meninggal sebelum hari ketujuh
maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya."

Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh. Pendapat ini
dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya "Tuhfatul Maudud"
hal.35. Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh.
Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya "al-Muhalla" 7/527.

Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari
kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh
pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21. Berdalil
dari riwayat Thabrani dalm kitab "As-Shagir" (1/256) dari Ismail bin Muslim
dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah :

"Kurban untuk pelaksanaan aqiqah, dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari
ke-14 atau hari ke-21." [Penulis berkata : "Dia (Ismail) seorang rawi yang
lemah karena jelek hafalannya, seperti dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar
dalam 'Fathul Bari' (9/594)." Dan dijelaskan pula tentang kedhaifannya
bahkan hadist ini mungkar dan mudraj]

BERSEDEKAH DENGAN DENGAN PERAK SEBERAT TIMBANGAN RAMBUT

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata : "Dan disunnahkan
mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya
dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan
tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti :
al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain."

Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah
hadit dhoif.

TIDAK ADA TUNTUNAN BAGI ORANG DEWASA UNTUK AQIQAH ATAS NAMA DIRINYA SENDIRI

Sebagian ulama mengatakan : "Seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa
kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa". Mungkin
mereka berpegang dengan hadist Anas yang berbunyi : "Rasulullah mengaqiqahi
dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi." [Dhaif mungkar,
Hadits Riwayat Abdur Razaq (4/326) dan Abu Syaikh dari jalan Qatadah dari
Anas]

Sebenarnya mereka tidak punya hujjah sama sekali karena hadistnya dhaif dan
mungkar. Telah dijelaskan pula bahwa nasikah atau aqiqah hanya pada satu
waktu (tidak ada waktu lain) yaitu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya.
Tidak diragukan lagi bahwa ketentuan waktu aqiqah ini mencakup orang dewasa
maupun anak kecil.

AQIQAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI DUA KAMBING DAN PEREMPUAN SATU KAMBING

Berdasarkan hadist no.3 dan no.5 dari Aisyah dan 'Amr bin Syu'aib. "Setelah
menyebutkan dua hadist diatas, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam "Fathul
Bari" (9/592) : "Semua hadist yang semakna dengan ini menjadi hujjah bagi
jumhur ulama dalam membedakan antara bayi laki-laki dan bayi perempuan dalam
masalah aqiqah."

Imam Ash-Shan'ani rahimahulloh dalam kitabnya "Subulus Salam" (4/1427)
mengomentari hadist Aisyah tersebut diatas dengan perkataannya : "Hadist ini
menunjukkan bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk bayi perempuan ialah
setengah dari bayi laki-laki."

Al-'Allamah Shiddiq Hasan Khan rahimahulloh dalam kitabnya "Raudhatun
Nadiyyah" (2/26) berkata : "Telah menjadi ijma' ulama bahwa aqiqah untuk
bayi perempuan adalah satu kambing."

Penulis berkata : "Ketetapan ini (bayi laki-laki dua kambing dan perempuan
satu kambing) tidak diragukan lagi kebenarannya."

BOLEH AQIQAH BAYI LAKI-LAKI DENGAN SATU KAMBING

Berdasarkan hadist no. 4 dari Ibnu Abbas. Sebagian ulama berpendapat boleh
mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing yang dinukil dari perkataan
Abdullah bin 'Umar, 'Urwah bin Zubair, Imam Malik dan lain-lain mereka semua
berdalil dengan hadist Ibnu Abbas diatas.

Tetapi al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh berkata dalam kitabnya "Fathul
Bari" (9/592) : ".....meskipun hadist riwayat Ibnu Abbas itu tsabit
(shahih), tidaklah menafikan hadist mutawatir yang menentukan dua kambing
untuk bayi laki-laki. Maksud hadist itu hanyalah untuk menunjukkan bolehnya
mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing...."

Sunnah ini hanya berlaku untuk orang yang tidak mampu melaksanakan aqiqah
dengan dua kambing. Jika dia mampu maka sunnah yang shahih adalah laki-laki
dengan dua kambing.


[D]. AQIQAH DENGAN KAMBING

TIDAK SAH AQIQAH KECUALI DENGAN KAMBING

Telah lewat beberapa hadist yang menerangkan keharusan menyembelih dua ekor
kambing untuk laki-laki dan satu ekor kambing untuk perempuan. Ini
menandakan keharusan untuk aqiqah dengan kambing.

Dalam "Fathul Bari" (9/593) al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh menerangkan :
"Para ulama mengambil dalil dari penyebutan syaatun dan kabsyun (kibas, anak
domba yang telah muncul gigi gerahamnya) untuk menentukan kambing buat
aqiqah." Menurut beliau : "Tidak sah aqiqah seseorang yang menyembelih
selain kambing".

Sebagian ulama berpendapat dibolehkannya aqiqah dengan unta, sapi, dan
lain-lain. Tetapi pendapat ini lemah karena :

[1] Hadist-hadist shahih yang menunjukkan keharusan aqiqah dengan kambing
semuanya shahih, sebagaimana pembahasan sebelumnya.

[2] Hadist-hadist yang mendukung pendapat dibolehkannya aqiqah dengan selain
kambing adalah hadist yang talif saqith alias dha'if.

PERSYARATAN KAMBING AQIQAH TIDAK SAMA DENGAN KAMBING KURBAN [IDUL ADHA]

Penulis mengambil hujjah ini berdasarkan pendapat dari Imam As-Shan'ani,
Imam Syaukani, dan Iman Ibnu Hazm bahwa kambing aqiqah tidak disyaratkan
harus mencapai umur tertentu atau harus tidak cacat sebagaimana kambing Idul
Adha, meskipun yang lebih utama adalah yang tidak cacat.

Imam As-Shan'ani dalam kitabnya "Subulus Salam" (4/1428) berkata : "Pada
lafadz syaatun (dalam hadist sebelumnya) menunjukkan persyaratan kambing
untuk aqiqah tidak sama dengan hewan kurban. Adapun orang yang menyamakan
persyaratannya, mereka hanya berdalil dengan qiyas."

Imam Syaukhani dalam kitabnya "Nailul Authar" (6/220) berkata : "Sudah jelas
bahwa konsekuensi qiyas semacam ini akan menimbulkan suatu hukum bahwa semua
penyembelihan hukumnya sunnah, sedang sunnah adalah salah satu bentuk
ibadah. Dan saya tidak pernah mendengar seorangpun mengatakan samanya
persyaratan antara hewan kurban (Idul Adha) dengan pesta-pesta (sembelihan)
lainnya. Oleh karena itu, jelaslah bagi kita bahwa tidak ada satupun ulama
yang berpendapat dengan qiyas ini sehingga ini merupakan qiyas yang bathil."

Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya "Al-Muhalla" (7/523) berkata : "Orang yang
melaksanakan aqiqah dengan kambing yang cacat, tetap sah aqiqahnya sekalipun
cacatnya termasuk kategori yang dibolehkan dalam kurban Idul Adha ataupun
yang tidak dibolehkan. Namun lebih baik (afdhol) kalau kambing itu bebas
dari catat."

BACAAN KETIKA MENYEMBELIH KAMBING

Firman Alloh Ta'ala : "Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan
sebutlah nama Allah..." [Al-Maidah : 4]

Firman Alloh Ta'ala : "Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang
tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan
semacam itu adalah suatu kefasikan." [Al-An'am : 121]

Adapun petunjuk Nabi tentang tasmiyah (membaca bismillah) sedah masyhur dan
telah kita ketahui bersama (lihat Irwaul Ghalil 2529-2536-2545-2551, karya
Syaikh Al-Albani). Oleh karena itu, doa tersebut juga diucapkan ketika
meyembelih hewan untuk aqiqah karena merupakan salah satu jenis kurban yang
disyariatkan oleh Islam. Maka orang yang menyembelih itu biasa mengucapkan :
"Bismillahi wa Allohu Akbar".

MENGUSAP DARAH SEMBELIHAN AQIQAH DI ATAS KEPALA BAYI MERUPAKAN PERBUATAN
BID'AH DAN JAHILIYAH

"Dari Aisyah berkata : Dahulu ahlul kitab pada masa jahiliyah, apabila mau
mengaqiqahi bayinya, mereka mencelupkan kapas pada darah sembelihan hewan
aqiqah. Setelah mencukur rambut bayi tersebut, mereka mengusapkan kapas
tersebut pada kepalanya ! Maka Rasulullah bersabda : "Jadikanlah
(gantikanlah) darah dengan khuluqun (sejenis minyak wangi)." [Shahih,
diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (5284), Abu Dawud (2743), dan disahihkan oleh
Hakim (2/438)]

Al-'Allamah Syaikh Al-Albani dalam kitabnya "Irwaul Ghalil" (4/388) berkata
: "Mengusap kepala bayi dengan darah sembelihan aqiqah termasuk kebiasaan
orang-orang jahiliyah yang telah dihapus oleh Islam."

Al-'Allamah Imam Syukhani dala, kitabnya "Nailul Aithar" (6/214) menyatakan
: "Jumhur ulama memakruhkan (membenci) at-tadmiyah (mengusap kepala bayi
dengan darah sembelihan aqiqah).."

Sedangkan pendapat yang membolehkan dengan hujjah dari Ibnu Abbas
bahwasannya dia berkata : "Tujuh perkara yang termasuk amalan sunnah
terhadap anak kecil....dan diusap dengan darah sembelihan aqiqah." [Hadits
Riwayat Thabrani], maka ini merupakan hujjah yang dhaif dan mungkar.

BOLEH MENGHANCURKAN TULANGNYA [DAGING SEMBELIHAN AQIQAH]SEBAGAIMANA
SEMEBLIHAN LAINNYA

Inilah kesepekatan para ulama, yakni boleh menghancurkan tulangnya, seperti
ditegaskan Imam Malik dalam "Al-Muwaththa" (2/502), karena tidak adanya
dalil yang melarang maupun yang menunjukkan makruhnya. Sedang menghancurkan
tulang sembelihan sudah menjadi kebiasan disamping ada kebaikannya juga,
yaitu bisa diambil manfaat dari sumsum tersebut untuk dimakan.

Adapun pendapat yang menyelisihinya berdalil dengan hadist yang dhaif,
diantaranya adalah :

[1] Bahwasannya Rasulullah bersabda : "Janganlah kalian menghancurkan tulang
sembelihannya." [Hadist Dhaif, karena mursal terputus sanadnya, Hadits
Riwayat Baihaqi (9/304)]
[2] Dari Aisyah dia berkata : "....termasuk sunnah aqiqah yaitu tidak
menghancurkan tulang sembelihannya...." [Hadist Dhaif, mungkar dan mudraj,
Hadits Riwayat. Hakim (4/283]

Kedua hadist diatas tidak boleh dijadikan dalil karena keduanya tidak
shahih. [lihat kitab "Al-Muhalla" oleh Ibnu Hazm (7/528-529)].

DISUNNAHKAN MEMASAK DAGING SEMBELIHAN AQIQAH DAN TIDAK MEMBERIKANNYA DALAM
KEADAAN MENTAH

Imam Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya "Tuhfathul Maudud" hal.43-44,
berkata : "Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena
jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang
mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan
rasa syukur terhadap nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan
orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab orang yang
diberi daging yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa
gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga
lagi untuk memasaknya....Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam
rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau
dihidangkan kepada orang lain."

TIDAK SAH AQIQAH SESEORANG KALAU DAGING SEMBELIHANNYA DIJUAL

Imam Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya "Tuhfathul Maudud" hal.51-52,
berkata : "Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah (taqarrub) kepada Alloh
Ta'ala. Barangsiapa menjual daging sembelihannya sedikit saja maka pada
hakekatnya sama saja tidak melaksanakannya. Sebab hal itu akan mengurangi
inti penyembelihannya. Dan atas dasar itulah, maka aqiqahnya tidak lagi
sesuai dengan tuntunan syariat secara penuh sehingga aqiqahnya tidak sah.
Demikian pula jika harga dari penjualan itu digunakan untuk upah
penyembelihannya atau upah mengulitinya" [lihat pula "Al-Muwaththa" (2/502)
oleh Imam Malik].

ORANG YANG AQIQAH BOLEH MEMAKAN, BERSEDEKAH, MEMBERI MAKAN, DAN
MENGHADIAHKAN DAGING SEMEBELIHANNYA, TETAPI YANG LEBIH UTAMA JIKA SEMUA
DIAMALKAN

Imam Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya "Tuhfathul Maudud" hal.48-49,
berkata : "Karena tidak ada dalil dari Rasulullah tentang cara penggunaan
atau pembagian dagingnya maka kita kembali ke hokum asal, yaitu seseorang
yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya, memberi makan dengannya,
bersedekah dengannya kepada orang fakir miskin atau menghadiahkannya kepada
teman-teman atau karib kerabat. Akan tetapi lebih utama kalau diamalkan
semuanya, karena dengan demikian akan membuat senang teman-temannya yang
ikut menikmati daging tersebut, berbuat baik kepada fakir miskin, dan akan
memuat saling cinta antar sesama teman. Kita memohon taufiq dan kebenaran
kepada Alloh Ta'ala". [lihat pula "Al-Muwaththa" (2/502) oleh Imam Malik].

JIKA AQIQAH BERTETAPAN DENGAN IDUL QURBAN, MAKA TIDAK SAH KALAU MENGERJAKAN
SALAH SATUNYA [SATU AMALAN DUA NIAT]

Penulis berkata : "Dalam masalah ini pendapat yang benar adalah tidak sah
menggabungkan niat aqiqah dengan kurban, kedua-duanya harus dikerjakan.
Sebab aqiqah dan adhiyah (kurban) adalah bentuk ibadah yang tidak sama jika
ditinjau dari segi bentuknya dan tidak ada dalil yang menjelaskan sahnya
mengerjakan salah satunya dengan niat dua amalan sekaligus. Sedangkan
sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah dan Alloh Ta'ala tidak
pernah lupa."

TIDAK SAH AQIQAH SESEORANG YANG BERSEDEKAH DENGAN HARGA DAGING SEMBELIHANNYA
SEKALIPUN LEBIH BANYAK

Al-Khallah pernah berkata dalam kitabnya : "Bab Maa yustahabbu minal aqiqah
wa fadhliha 'ala ash-shadaqah" : " Kami diberitahu Sulaiman bin Asy'ats, dia
berkata Saya mendengar Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang aqiqah :
"Mana yang kamu senangi, daging aqiqahnya atau memberikan harganya kepada
orang lain (yakni aqiqah kambing diganti dengan uang yang disedekahkan
seharga dagingnya) ? Beliau menjawab : "Daging aqiqahnya." [Dinukil dari
Ibnul Qayyim dalam "Tuhfathul Maudud" hal.35 dari Al-Khallal]

Penulis berkata : "Karena tidak ada dalil yang menunjukkan bolehnya
bershadaqah dengan harga (daging sembelihan aqiqah) sekalipun lebih banyak,
maka aqiqah seseorang tidak sah jika bershadaqah dengan harganya dan ini
termasuk perbuatan bid'ah yang mungkar ! Dan sebaik-baik petunjuk adalah
petunjuk Muhammad ."

ADAB MENGHADIRI JAMUAN AQIQAH

Diantara bid'ah yang sering dikerjakan khususnya oleh ahlu ilmu adalah
memberikan ceramah yang berkaitan dengan hokum aqiqah dan adab-adabnya serta
yang berkaitan dengan masalah kelahiran ketika berkumpulnya orang banyak
(undangan) di acara aqiqahan pada hari ketujuh.

Jadi saat undangan pada berkumpul di acara aqiqahan, mereka membuat suatu
acara yang berisi ceramah, rangkaian do'a-do'a, dan bentuk-bentuk seperti
ibadah lainnya, yang mereka meyakini bahwa semuanya termasuk dari amalan
yang baik, padahal tidak lain hal itu adalah bid'ah, pent.

Perbuatan semacam itu tidak pernah dicontohkan dalam sunnah yang shahih
bahkan dalam dhaif sekalipun !! Dan tidak pernah pula dikerjakan oleh
Salafush Sholih rahimahumulloh. Seandainya perbuatan ini baik niscaya mereka
sudah terlebih dahulu mengamalkannya daripada kita. Dan ini termasuk dalam
hal bid'ah-bid'ah lainnya yang sering dikerjakan oleh sebagian masyarakat
kita dan telah masuk sampai ke depan pintu rumah-rumah kita, pent !!

Sedangkan yang disyariatkan disini adalah bahwa berkumpulnya kita di dalam
acara aqiqahan hanyalah untuk menampakkan kesenangan serta menyambut
kelahiran bayi dan bukan untuk rangkaian ibadah lainnya yang dibuat-buat.

Sedang sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad . Semua kabaikan itu
adalah dengan mengikuti Salaf dan semua kejelekan ada pada bid'ahnya Khalaf.

Wallahul Musta'an wa alaihi at-tiklaan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

[Disalin ringkas kembali dari kitab "Ahkamul Aqiqah" karya Abu Muhammad
'Ishom bin Mar'I, terbitan Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Saudi Arabia, dan
diterjemahkan oleh Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, dengan judul "Aqiqah"
terbitan Titian Ilahi Press, Yogjakarta, 1997]


***

kurbannya tar dulu ya zu.. ^^



Rabu, November 19, 2008

dzikrul maut??

Diposting oleh Soraya di 11/19/2008 04:03:00 PM 0 comment Link ke posting ini
hihi.. 1st time yg namanya ikutan pengajian ibu2, padahal lom ibu2 :p

kemaren, alhamdulilah sampe rumah jam 6.15, tumbeen bangeeet.. bysanya mah setengah 7 jam 7 ru sampe. trus laper berat kan.. pen jajan tapii my sist malah ngajakin ngaji. um.. setelah dipikir2, lama juga ni hati hampa, kering kerontang ga disiram2.. ywd deh, samber lagi tuh kerudung yg baru aj dilepas n go..

ada rawi2nya segala, weleh2.. diriku tak hapal, yups.. komat kamit aj deh.. yg apal dibaca yg ngga y nginyem. di sesi baca kitab gundul ( w pikir gundul arab yah.. ternyata eh ternyata.. gundul melayu, wkwkwkwk.. dudulz juga w, masa ibu2 gundul arab, keren amat yaks ), ustazahnya baca kita ikutin -macam anak teka ginih T_T- . n di sesi pembahasan, mulai deh si ustazah jelasin makna dzikrul maut a.k.a mengingat mati. kata ustazah, orang yang inget mati itu malah semakin semangat dalam menjalani hidup, menjadi lebih terpacu dalam mengumpulkan bekal pulang, lbh semangat nyari uang karena shodaqoh kan pake uang, pokoke lbih semangat deh.. semangat untuk pulang dalam keadaan terbaik seorang hamba. jadi orang yang inget mati itu bukannya malah sumpek atau menjadi pasif dalam kesehariannya, klo yg ini salah banget :D ( y..bagi para camat harap siap2.. -camat = calon mati- )

nabi SAW pun juga bersabda :"dan perbanyaklah olehmu mengingat mati.." hadits yg terlalu sering n sering kita denger bukan?

oia, ada beberapa hal di dunia ini yang Allah rahasiakan, namun pasti akan terjadi. apa aja yaah?? yuu intip..

1. mati
2. malam lailatul qadr
3. hari kiamat
4. wali ( orang yang disayang Allah ) - makanya..jgn sk atau asal menghina orang, bisa aja kan orang yg kita hina itu malah wali Allah - semoga kita termasuk wali Allah.. amiiiiin..

knp ada begitu banyak hal yang Allah rahasiakan? tujuan utamanya y supaya kita -makhlukNya- makin banyak beramal sholeh setiap saat setiap waktu ;)

pernah suatu ketika Siti Aisyah bertanya pada Nabi : " Ya Rasul , ada ga yang dibangkitkan bersama para syuhada di yaumul mahsyar nanti? ", Rasul menjawab : " Ada, yakni orang yang mengingat mati sebanyak 20x dalam sehari " --> bahasa sendiri, abisnya nyatetnya sekenanya :p

cukuplah mati sebagai pelajaran dan mengingatnya mampu menjaga kita dari perbuatan yang dilarang Allah SWT..

um.. trus ustazah juga bilang gini : " klo malem2 mau solat tahajud, tp rasanya takut ( karena setan ), sebenernya si setan itu lagi neken kita, lagi meluk kita biar g bangun, biar g wudhu n melupakan niat tahajud, nah.. makanya buru2 deh kita ucap ta'awudz.. angus deh tuh setan, wudhu deh kita, tahajud deh! "

wallahu a'lam bishshowab..

mudah2an dengan keposting di blog gini, ilmunya kebagi yah.. n w juga ga lupa dengan pengajian sekali2nya ini.. n terakhir...

* la'alla nafa'a

* undzur ila ma qol wa la tandzur ila man qol ;) - (see what is discussed don't see who is talking)

Nikmati Proses Ikhtiarmu

Diposting oleh Soraya di 11/19/2008 11:47:00 AM 0 comment Link ke posting ini
Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Saudaraku yang baik, ketahuilah, syetan itu berupaya menghancurkan amal kita pada tiga bagian, yakni sebelum, sedang, dan sesudah. Sebelum beramal ditipu olehnya supaya kita mengurungkan niat untuk beramal. Ketika sedang beramal, ditipu olehnya supaya amal kita tidak sempurna. Ketika sudah beramal pun, ditipu olehnya supaya kita riya dan ujub, ingin amal itu dilihat dan dipuji orang.

Hendaknya kita amat waspada menghadapi tipuan-tipuan syetan semacam ini. Kita harus menjaga sekuat-kuatnya ketiga moment amal tersebut. Dan kuncinya adalah sempurnakan ikhtiar baik saat berniat, saat melakukan, maupun saat amal itu selesai ditunaikan.

Manakala terdengar adzan dikumandangkan dari masjid, waspadalah syetan akan segera menasehati, “Tunggulah barang sebentar lagi sampai adzan selesai. Lagi pula di masjid itu telah biasa tadarus Al-quran dulu sebelum qomat.” Segera tepiskan bisikan itu dan pergilah ke masjid! Karena, boleh jadi umur kita akan berakhir begitu adzan selesai. Kalau tidak segera shalat, bahaya. Bisa-bisa kita su'ul khatimah.

Ketika sampai di masjid, waspadalah syetan akan kembali menasehati, “Duduknya dekat pilar saja supaya bisa bersandar kalau mengantuk.” tidak! Shaf pertama adalah shaf yang paling utama. Kejar dan sempurnakan ikhtiar kita!
Ketika usai mendirikan shalat, waspadalah pula syetan tak akan lelah untuk menasehati. Mungkin kali ini dengan mengutip guyonan teman, “Ayo, jangan sampai telat dua kali. Kalau datang telat, maka pulangnya jangan sampai telat juga. “Tidak! Lawan! Terjanglah godaan itu dengan cara menyempurnakan shalat kita dengan wirid, dzikir, doa, dan shalat sunnah ba'diyah (kalau ada).

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna. (QS. Al Mu'minuun (23): 1-3)

Manakala melihat orang-orang lain bergegas keluar dari masjid begitu usai shalat, hati-hati. Syetan tak akan sungkan membisiki hati, dengan perasaan ujub dan takabur. Hati pun serta merta akan menggerundel. “Lihat orang-orang itu benar-benar tergoda oleh syetan. Mungkin, imannya lagi lemah.” Ini meremehkan orang lain. Justeru kita ternyata yang terjebak oleh tipu daya syetan.

Pendek kata, peliharalah agar kita tidak menjadi riya, dan sombong dengan amal-amal kita. Caranya dengan menikmati ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amalan kita.

Tampaknya amalan-amalan yang demikianlah yang akan membuat Allah mengaruniakan ilmu lanjutan, yakni ilmu yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ini hikmah lain dari ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amal. Karena. “Barangsiapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya dengan sebaik-baiknya, niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang lain yang belum diketahuinya.”
Jadi, kalau kita ingin menjadi ahli ilmu yang luas, maka kuncinya adalah dengan berjuang menjadi ahli amal yang disempurnakan dan dijaga mutunya. Jangan tergiur oleh banyaknya amal, tetapi rindukanlah bisa menyempurnakan amal-mal kita.

cybermq.net

****

jarang yah kita bisa merasakan nikmat dari suatu proses.. termasuk w.. T_T. mudah2n dengan copast posting ini, qt bs lbih mampu memaknai jalan hidup ( halah.. )

Jumat, November 14, 2008

Rambut Sehat Berjilbab^^

Diposting oleh Soraya di 11/14/2008 02:23:00 PM 0 comment Link ke posting ini
Keluhan utama perempuan berjilbab adalah kondisi kulit kepala yang lembap. Akibatnya, rambut jadi rentan terserang ketombe dan kerontokan. Lakukan perawatan agar rambut berjilbab Anda tetap sehat.

MASALAH
* Lepek dan Berminyak

Saat berkeringat, air peluh dan minyak akan cenderung "mengumpul" karena rambut tertutup jilbab dan tak terkena udara bebas. Akibatnya, rambut cepat lepek dan berminyak.

Perawatan :
Gunakan sampo lembut (mild) yang aman dipakai setiap hari dan berfungsi menambah volume rambut. Setelah keramas, bilas dengan air suam-suam kuku. Setelah keramas, jangan langsung menyisir rambut. Keringkan dengan handuk dan tunggu 15 menit, baru sisir rambut.

* Ketombe
Kondisi rambut yang lembab dapat menjadi "sarang" ketombe, baik ketombe kering maupun basah. Akibatnya, kulit kepala gatal-gatal bahkan menyebabkan kerontokan rambut.

Perawatan :
Jika ketombe tergolong ringan, gunakan sampo lembut mild dan air hangat untuk keramas. Saat keramas, cuci rambut hingga bersih dan pastikan tidak ada sisa-sisa sampo di rambut. Sisa-sisa sampo bisa memicu munculnya ketombe. Jika kondisi ketombe berat, segera konsultasi ke dermatologis atau dokter kulit.

*Rontok
Rambut yang tertutup jilbab cenderung lembap sehingga menyuburkan ketombe penyebab kerontokan rambut.

Perawatan :
Gunakan sisir bergigi jarang dan sisir rambut dengan hati-hati. Untuk sementara waktu hindari pengecatan rambut, pijat kepala, pemakaian roller, dan pengering rambut karena akan memperburuk kondisi rambut.

Perlakukan rambut dan kulit kepala dengan lembut. Jika kerontokan rambut masih ringan, bisa menggunakan hair tonic. Kalau termasuk berat, segera konsultasi ke dokter kulit.

TIPS:
- Kenakan dalaman jilbab yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat, seperti katun atau kaus.

- Setelah beraktivitas, di rumah segera buka jilbab dan angin-anginkan rambut.

- Setelah keramas, keringkan rambut hingga kering betul, baru memakai jilbab. Hindari memakai jilbab dalam keadaan rambut masih basah, karena selain lembap, juga menimbulkan aroma tak sedap.

- Jika ingin berkreasi dengan kerudung berlapis-lapis, sebaiknya tidak lebih dari empat helai karena semakin tebal kerudung, makin sulit rambut "bernafas".

- Jika hendak menggunakan jilbab, lebih baik mengurai rambut Anda. Jika rambut Anda panjang, sebaiknya tidak mengikatnya terlalu kencang.

muslimdaily.net

Jumat, November 07, 2008

akhirnya ngumpul lagi ^^

Diposting oleh Soraya di 11/07/2008 12:02:00 PM 0 comment Link ke posting ini
lama juga ni blog ga keurus, secara ngga ada waktu wat ngarang postingan ( halah.. sok sibuk bet! )

kali ini pengen ngisi pengalaman touring ke curug nangka aj deh bareng2 anak JN hari minggu kemaren, 2 nov 08. tp sebelumnya juga pernah ke situ sama anak2 rohis, lupa LDK apa TA.

awal janjian di margonda residence jam 7 pagi, n ternyata w n ipul benar2 makhluk teladan alias g ngaret ( patut ditiru ney.. ^^ ). nyampe sana g ada makhluk JN satupun, yasudah.. akhirnya karna laper nyari makan dulu dech. pas balik, udah ada beberapa, namun masih ada beberapa lagi yang belom juga dateng T_T ( katanya paling lambat jam 8 ).

berangkat akhirnya dengan one way sepanjang jalan. isi bensin di depok lama, w switch over motor ma coim. truuuus.. ampe bogor. widih.. cape banget loh, padahal w cuma dibonceng, palagi yg bawa. sampe tepos nieh, hihihi..

sesampenya disana, mampir dulu di warung depan parkiran motor, yaah..siapin energi wat nanjak plus rapel makan siang. setelah isi perut, baru deh mulai nanjak dengan jalan yg berliku n bikin konde di betis makin gede, hee..

pas nyampe curug, agak gerimis sih, tp alhamdulillahny ga ampe gede tuh ujannya, klo iy kan berabe.. n then..cuma bengang-bengong aj ngeliat tuh waterfall. yg laen pada nyebur semua, merasakan dinginnya waterfall sambil jepret sana jepret sini. seru sih.. cuma lebih seru lagi kalo ikutan nyebur n maen2 aer, asaaaal... yg ada disitu ce semua, hahaha.. kaya dulu lagh ( jd inget waktu maen luncur2an dulu ma ce2nya.. kapan lagi yaks.. T_T )

setelah semuanya g sanggup dingin2an, pada naek deh.. kita kembali ke asal. di atas pada ganti baju ( bg yg bawa baju, bg yg ngga y DL, knp nyebur klo g bawa salin ), yg solat, solat, yg ngga, ngga. trus maen kerumah salah satu karyawan ex. JN. disana makan siang, n pada ngumpul2 sambil nyanyi with gitarnya herdi ( kepake juga tuh gitar ). yg paling menyedihkan adalah ujan.. gedeeeeee banget.. hiks.. mati listrik.. gmn yah rasanya dirumah orang mati listrik + ujan + dingin, mo pulang jauh banget.. huffh.. ga berenti2 ujanny.

sore kita pamit pulang meski hujan masih terus mengguyur.. yah.. namanya juga bogor kota hujan, ni ujan bakalan awet ampe malem. menerobos hujan n banjir n macet :(( tanpa rain coat + helmet cetok, jadilah perjalanan ini cukup menyengsarakan. ditambah lagi nyasar.. oalah.. magrib ga dapet, lepek iya nih baju. ud gtu pengen pepsi mulu lagih.. hm, ternyata klo lagi kedinginan nahan pepsi, justru semakin dingin, tp klo udah dikeluarin tuh pepsi, dinginnya g begitu nusuk, so'.. jangan nahan pepsi jika diperjalanan dalam kondisi keujanan.

hm..ketemu terminal baranangsiang udah aman n tenang deh rasanya.. cuma 5 motor yang berhasil pulang dengan lamanya ( krn nyasar ampe 2x ), n tetep kompak, alias g ada yg ilang2an. end of this event, kita mampir diwarung tenda. menghangatkan badan n mengisi perut yg kosong. abis itu meluncur ke rumah deh.. hufffh.. legaaa.. akhirnya nyampe juga dirumah tercinta. mandi, solat, n bobo dech.. hari yg melelahkan.. tp seneng bisa ngumpul lagi sama anak2 JN. next time, moga kita bisa ngumpul bareng2 lg ^^

Senin, September 01, 2008

Happy Fasting 1429 H

Diposting oleh Soraya di 9/01/2008 03:21:00 PM 0 comment Link ke posting ini

Hm..sebenernya sih g semangat menyambut Ramadhan kali ini, secara w g ikutan 1st day nya.., 1st tarawihnya.. hiks2.. :(( tapii.. jd mayan semangat deh setelah baca ini nieh..

***

Semangat berpuasa akan semakin terbimbing saat kita mengetahui amalan yang kita lakukan tersebut memiliki dalil penuntun sebagai salah satu syarat diterimanya puasa tersebut oleh Allah. Sehingga, puasa akan menjadi bernilai ibadah dan bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja.

N ketika seorang wanita kedatangan “bulan”nya disaat puasa, otomatis batal puasanya, knpa bs begitu yah? Apa alasan khusus yang melarang wanita haidh melaksanakan ibadah puasa? N apa hikmah dilarangnya seorang wanita yang mengalami haid untuk tidak berpuasa?

Ini niih jawabannya..

Seorang wanita yang haid dan nifas dilarang untuk melakukan puasa berdalil dengan hadits Abu Sa’id al Khudriy -radhiyallaahu’anhu-, bahwasanya Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam: “Bukankah wanita itu jika sedang haid dia tidak sholat dan tidak berpuasa? Itulah kekurangan agamanya.” (Shohih, Riwayat Bukhori)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah berkata dalam Majmu’ Fatawa-nya: “Haid menyebabkan keluarnya darah. Wanita yang sudah mendapat haid dapat berpuasa di selain saat-saat merahnya yaitu dalam kondisi tidak keluar darah (tidak haid). Karena puasa pada waktu itu adalah puasa dalam kondisi fisik yang seimbang dimana darah, yang merupakan inti kekuatan tubuh, tidak keluar. Puasanya di saat haid akan menguras darah sehingga berdampak pada menurun dan melemahnya tubuhnya dan puasanya pun tidak pada kondisi fisik yang seimbang. Oleh karena itu, wanita diperintahkan untuk berpuasa di luar waktu-waktu haidnya.”

( o0o..ternyata begitu ceritanya.. baru tw w.. hi3.. kemane aje neng?! )

Qadha' Puasa

Wanita haid tersebut wajib meng-qadha’ (mengganti) puasa yang ditinggalkannya pada hari yang lain di luar bulan Ramadhan, berdasarkan hadits dari ‘Aisyah -radhiyallaahu’anha- : “Kami mengalami haid di masa Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam, maka kami diperintahkan untuk meng-qadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk meng-qadha’ sholat.” (Shohih, dalam Shohih Jami’ no. 3514)

Qadha’ boleh ditunda karena adanya udzur (alasan). Akan tetapi, hendaknya tidak menunda qadha’ tanpa udzur hingga masuk bulan Sya’ban atau justru beberapa hari sebelum Ramadhan tiba karena hal tersebut justru akan memberatkan fisik kita dalam persiapan bulan Ramadhan. Apalagi lingkungan kita yang umumnya penuh godaan, sebagai contoh banyaknya warung makan yang buka.

Sebagaimana keadaan orang yang junub, seorang wanita yang suci dari haid sebelum fajar namun baru mandi setelah terbit fajar maka sah puasanya. Sah juga jika wanita tersebut mendapatkan haid setelah tenggelamnya matahari meskipun ia belum sempat untuk berbuka puasa.

Jika seorang wanita suci di tengah hari bulan Ramadhan, maka diperbolehkan untuk makan dan minum. Namun, untuk menghormati orang lain yang sedang berpuasa hendaknya ia tidak makan dan minum secara terang-terangan di antara orang yang berpuasa.

Terkadang, seorang wanita dapat mengeluarkan darah, namun bukan darah yang menjadi kebiasaan wanita tersebut. Keadaan tersebut dinamakan dengan darah istihadhoh. Pada keadaan ini, wanita tersebut tidak memiliki alasan untuk tidak berpuasa sebagaimana wanita haid. Artinya, ia tetap harus melaksanakan sholat dan puasa. Hukum istihadhoh seperti halnya keadaan wanita dalam keadaan suci kecuali pada beberapa masalah saja. ( ? )

Trus gimana klo pake obat-obatan penahan datang bulan? Bolehkah??

Boleh bagi wanita untuk menggunakan obat-obatan penahan datang bulan jika disetujui oleh dokter-dokter ahli yang dapat dipercaya atau orang-orang yang pengalaman dalam bidang ini; bahwa pemakaian obet tersebut tidak berbahaya, juga tidah mempengaruhi rahimnya.

Tapi lebih baik agar tidak mempergunakannya, karena Allah telah menjadikan keringanan bagi kaum wanita yang haid pada bulan Ramadhan untuk tidak berpuasa. Dan Allah memerintahkan untuk mengganti hari-hari yang ia tidak puasa tersebut lagi pula Allah telah merelakan syari‘at seperti itu sebagai ajaran agama.

Sedangkan pada saat haji yang kesempatannya sangat jarang, maka boleh menggunakan obat seperti itu. Asal telah mendapat persetujuan dari dokter. Dasarnya adalah kemudahan ( Rukhsoh ), karena pada dasarnya Islam itu mudah. Dan juga tidak kita dapati larangan yang secara jelas tidak membolehkannya.

Wallahu a‘lam bis-shawab..


Senin, Juli 14, 2008

Fatimah Az Zahra

Diposting oleh Soraya di 7/14/2008 02:43:00 PM 0 comment Link ke posting ini
hm..curhat dikit boleh kan?! Cerita waktu hari sabtu aj deh..

waktu dateng ke skul, w banyak ngobrol ma Djali, um..obrolannya seputar majelis Rasulullah yg bysa dy ikutin tiap malem minggu, tempatnya insidentil, habib hasan yang pimpin ( klo g salah ). ada cewenya juga, dy ngajakin w, tp..w blom yakin ah..secara pergi ngaji malem2, malem minggu pula ( bysa di rumah anteng depan tipi ), n sebelum ngaji pake ada acara konvoi segala, um..makin g tertaut hati w ( ha3..laga'nya )

ok deh, akhirnya kita ngobrol banyak hal, yg paling nyangkut sih obrolan mengenai fatimah, trus sengaja browse n taro di blog supaya pada tau keturunan Nabi itu asalnya dari sapa, jangan kaya w yg baru ngeh sekarang ( dari dulu kmna aj neng T_T.. )

Ada kaitannya sama surat Al Kautsar , jadi bentar kita kaji sedikit mengenai Al Kautsar yawh!

******

Membedah Tafsir Surah al Kautsar

FATIMAH: ANUGERAH SPEKTAKULER ILAHI BAGI NABI SAW

Apa arti kata al kautsar? Bagaimana asbabul nuzul surat al kautsar? Bagaimana pemahaman ulama mengenai kata al kautsar ini?

Al kautsar berarti kebajikan yang banyak. Kata alkautsar berasal dari kata katsiir yang digunakan untuk menunjukkan pada sesuatu yang kuantitas atau kualitas tinggi. Kata al kautsar hanya disebut sekali dalam al Qur’an, yaitu dalam surat Al Kautsar/108:1. Al kautsar sekaligus menjadi nama dari surat yang ke 108 ini, namun ada juga yang memberi nama surat ini dengan surat an Nahr.

Terdapat beragam riwayat yang menceritakan tentang asbabaun nuzulnya surat ini, salah satu diantaranya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as Suddi. Ketika putera Rasulullah saw (Al Qasim) meninggal, al ’Ashi bin Wail berkata bahwa Muhammad telah terputus keturunannya, maka turunlah surat al Kautsar/108: 3 (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus).

Riwayat yang senada dikatakan bahwa ’Uqbah bin Abi Mua’ith berkata,’Tidak seorang anak laki-lakipun yang hidup bagi nabi saw, sehingga keturunannya terputus’. Ayat ini (Surat al Kautsar/108:3) turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu (R. Ibn jarir). (Lihat asbabun nuzul surat al Kautsar, Qomaruddin shaleh, dkk)

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami menganugerahimu al Kautsar. Maka karena itu shalatlah dan angkatlah kedua tanganmu. Sesungguhnya orang yang membencimu dia-lah yang tak berketurunan.” (QS. Al Kautsar: 1-3)

Nabi diberi anugerah yang agung oleh Allah berupa Al-Kautsar dan jiwa beliau menjadi tenteram ketika diberitahu bahwa orang yang mencelanya tidak memiliki keturunan, sebaliknya justru dia sendiri yang “abtar” alias tidak berketurunan.

Menurut Allamah Thabathaba’i,

“Sesungguhnya orang yang membencimu dia-lah yang tak berketurunan.”Yang dimaksud “abtar” ialah orang yang terputus keturunannya, sedangkan yang dimaksud al-Kautsar ialah banyaknya keturunan Nabi saw dimana ini merupakan anugerah bagi beliau. Atau al Kautsar juga berarti kebaikan yang banyak. Dan banyaknya keturunan masuk dalam kategori kebaikan yang banyak. Kalau tidak kita maknai demikian maka firman-Nya, “Sesungguhnya orang yang membencimu dia-lah yang tak berketurunan,” sulit dipahami.

Banyak riwayat yang menjelaskan bahwa surat ini turun kepada seseorang yang mencela Nabi saw dan mengatakan bahwa beliau tidak mempunyai keturunan lagi setelah anaknya Qosim dan Abdullah meninggal dunia. Dengan demikian ini, riwayat tersebut membantah tafsiran yang mengatakan bahwa yang dimaksud “abtar” ialah ejekan seorang musyrik yang mengatakan bahwa Nabi saw terputus dari kaumnya atau terputus dari kebaikan lalu Allah membantahnya dan mengatakan bahwa justru yang mengejek beliau yang terputus dari kebaikan.

Ayat tersebut mengindikasikan bahwa anak-anak Fatimah as adalah keturunan Nabi saw. Hal ini dengan sendirinya mengisyaratkan keagungan Al-Qur’an al-Karim dimana Allah SWT memperbanyak keturunan Rasul saw sepeninggal beliau, sehingga tidak ada suatu keturunan pun yang menandingi mereka, meskipun mereka dibunuh dan mengalami penderitaan serta musibah.

Firman-Nya:

“Maka karena itu shalatlah dan angkatlah kedua tanganmu”.Konteks ayat ini menjelaskan perintah penegakan shalat dan melaksanakan nahr. Alasan di balik penunaian shalat ini tersebut dalam ayat: “Sesungguhnya Kami menganugerahimu al Kautsar.” Ini merupakan wujud syukur atas nikmat. Dan maknanya ialah: ketika Kami telah mengaruniaimu al-Kautsar maka bersyukurlah atas nikmat ini dengan melakukan shalat dan angkatlah kedua tanganmu saat takbir dalam shalat sampai di atas dada.

Yang dimaksud “nahr” ialah—sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ahli Sunah dan Syi’ah dari Nabi saw dan dari Imam Ali bin Abi Thalib dan Syi’ah meriwayatkannya dari Imam ash Shadiq dan imam-imam yang selainnya—mengangkat kedua tangan sampai di atas dada saat takbir di dalam shalat. Ada juga yang berpendapat bahwa makna ayat yang tersebut: “Tunaikanlah shalat Ied (Hari Raya) untuk Tuhanmu dan potonglah unta. Dan ada yang berpendapat lagi bahwa maknanya: “Shalatlah untuk Tuhanmu dan berdirilah dengan tegak saat mengangkat kepalamu dari rukuk. Firman-Nya: Sesungguhnya orang yang membencimu dia-lah yang tak berketurunan.”

Yang dimaksud as syani’ ialah al mubghid (yang membenci) dan al abtar ialah yang tidak memiliki keturunan. Dan orang yang membenci dan mencela Nabi saw adalah Ash bin Wa’il.

******

Fatimah az Zahra begitu berharga di mata ayahnya, Baginda Rasulullah saw. Tanpa Fatimah, Nabi saw tak berketurunan. Tanpa Fatimah, tak ada yang kufu`(sebanding) dengan penjebol benteng Khaibar, Imam Ali bin Abi Thalib bin Abi Thalib. Tanpa Fatimah, tak akan lahir dua pemuda penghulu surga, al Hasan dan al Husin. Tanpa Fatimah, tak akan pernah ada kisah ketegaran dan kesabaran Srikandi Karbala, Zainab al Kubra. Tanpa Fatimah, tak akan tercium aroma kecemburuan yang dihembuskan oleh Aisyah. Betapa Aisyah tidak cemburu karena setiap Nabi saw hendak meninggalkan rumahnya maka rumah terakhir yang dikunjunginya adalah rumah Fatimah. Dan saat pulang dari bepergian maka rumah pertama yang disinggahinya adalah rumah Fatimah. Maka, Fatimah adalah terminal pertama dan terakhir bagi Rasulullah saw. Bahkan tak sungkan-sungkan Nabi saw mencium putri semata wayangnya ini sambil bersabda: Setiap kali aku merindukan aroma surga maka aku mencium putriku Fatimah.Dan cukuplah kebesaran Fatimah az Zahra ketika kran keturunan Nabi saw mengalir cukup deras dari rahim sucinya. Meski para musuh kebenaran mencoba menghabisi keturunan Rasul saw dengan berbagai cara sepanjang sejarah dan tragedi Karbala adalah cara paling biadab yang mereka lakukan namun Allah SWT berkehendak untuk menjaga keturunan suci ini sehingga keturunan dan anak-anak Fatimah tetap ada di berbagai belahan bumi. Dan meski keturunan Rasul saw tidak berasal dari sulbi pria (karena semua anak laki-laki beliau meninggal di waktu kecil) namun beliau tetap berbangga dengan dijadikannya Fatimah sebagai penerus keturunan beliau. Oleh karena itu, beliau memanggil al Hasan dan al Husain dengan sebutan ya waladi (wahai anakku), bukan, ya shibthi (wahai cucuku). Yang demikian itu karena Allah SWT berkehendak untuk menjadikan Fatimah sebagai jembatan kesinambungan keturunan Nabi saw.

Jadi, Fatimah bukan hanya sekadar wanita biasa. Beliau—sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw—adalah penghulu para wanita semesta alam. Bahkan saking hebatnya putri Khadijah ini, Nabi saw menyatakan dalam hadis yang sahih bahwa ledakan emosi Fatimah adalah ledakan emosi Allah dan restu dan kegembiraan Fatimah adalah restu dan kegembiraan Allah. Akhirnya, Fatimah adalah keajaiban sejarah. Dan Fatimah adalah mukjizat Rasulullah saw yang abadi.

Salam kepadamu wahai Fatimah az Zahra di saat engkau dilahirkan… Salam kepadamu wahai ibunda tersayang al Hasan dan al Husin di saat engkau dikebumikan di malam hari secara rahasia oleh suami tercintamu…Dan salam kepadamu wahai belahan hati Nabi saw di saat engkau dibangkitkan kembali di sisi Allah SWT

*****

La'alla Nafa'a ^^

Rabu, Juni 25, 2008

MasyaALLAH Baunya...!!!

Diposting oleh Soraya di 6/25/2008 10:34:00 AM 1 comment Link ke posting ini
Pagi ini w s/ bysa bangun kesiangan alias jam 6 lewat, hehe..kebiasaan buruk yg g ilang2 :( trus beberes siap2 berangkat, n 7.20 keluar rumah. dari polonia ke cawang naek 16, tumben2an nih indra penciuman w terganggu dg bau2 aneh, apa abangnya lom mandi ( mulai deeh negative thingking..! ), apa karena ada 2 orang anak pengamen yg duduk mojok di mikrolet ini atau apa, cuma yg jelas. i dislike this smell :((

Alhamdulillah dapet 74 nya g pake lama, tapi.. lagi2 bau aneh.. ( dalam hati.." Ya Rabb.. apa w yg bau, masa sih..?! kan w dah mandi ), dan taukah bau itu berasal dari mana..??? hm.. awalnya w g tau itu bau apa, pokoke bikin enek n g betah.. mana macet banget lagi, makin tersiksa dah T_T.. w berdiri menghadap bangku 2 yang isinya itu pasutri + anak mereka yg masih kecil ( < 1th ), tu anak nangis g berenti2.. hadooh..g nahan bet, udah "bau" + tangisan tu anak yg kuenceng n g abis2.. ( dalam hati kasian banget sih ni anak, dikasih mimi g mau, diapain aj g mau, kasian ibunya.. ). si Ayah hanya diam n sesekali nyentil telingan si anak, paragh bet tu Ayah, tau anak nangis malah tambah2an dibikin nangis.. Ya Allah..rasanya w mo cepet2 turun dari tu bus, tapi macet dari Tebet-Kuningan tak kunjung usai.

Ternyata setelah agak beberapa lama, w tau penyebab si anak g berenti2 nangis.. hm.. pantes tu anak g betah.. Huff.. MASYAALLAH.. itu anak BAB di pangkuan ibunya, Astagfirullah... pantes bau ini bener2 bikin w enek ( untung g sampe mumun ), di bus AC, w bener2 berdiri depan mereka, pengen pindah imposibble, posisi w udah disitu g muat lagih, pengen balik posisi berdiri g enak hati, huuufh..serba salah n kesel sendiri jadinya. mana dibelakang w ada cowo kakinya makan tempat bikin w g bisa leluasa bergerak, Innalillah.. semua Talbiyah keluar deh dari mulut w.

Banyak hikmah dari kejadian td pagi itu, at least w ga bakal lupa kenangan "buruk" hari terakhir kontrak magang w di Jetcoms, trus juga ternyata jadi seorang ibu itu "sahl jiddan" n ternyata si Ayah pun sama buruknya dalam menyikapi situasi macam gtu. Huff.. pikir panjang deh, trnyata jadi wanita itu bener2 harus SABAR, X-Tra Sabar malah.. menghadapi si Anak..mengahadapi si Suami yang dalam pandangan w sih "menyebalkan", bisanya maen tangan sama anaknya, klo udah kaya gitu posisi anak istri kayanya beban banget wat Laki2 yang bertitle Ayah itu. lagian ibunya jg sih ga prepare, knp si anak g dipakein Pampers.

Alhamdulillah sampe juga di Bonjer, masih 8.10, alhamdulillah lagi g telat. Turun dengan nafas yg lega banget, g ada bau2 aneh lagi..

Senin, Juni 16, 2008

Semangat Saling Menasehati

Diposting oleh Soraya di 6/16/2008 03:52:00 PM 0 comment Link ke posting ini

"Demi masa. Sesungguhya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-Ashr : 1-3)

Dalam ayat di atas, tersirat bahwa seseorang akan beruntung kalau ia menggunakan waktunya untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Memang alangkah indahnya bila kehidupan kita sudah disemarakkan dengan semangat saling menasihati. Betapa tidak? Setiap orang butuh keselamatan. Selamat dari kerusakan, kebodohan, kecelakaan, kekurangan, kelalaian, dan kesalahan. Ia tidak mungkin dapat melihat bahaya-bahaya tadi hanya dengan mata dan telinganya sendiri. Ada ribuan mata dan telinga saudaranya yang dapat yang dapat membantu melihat bahaya-bahaya yang mengancam. Pemberitahuan itu adalah nasihat, saran, atau kritik.

Makna dari nasihat adalah ‘menyuruh kebajikan dan melarang kemungkaran’, yaitu mengajak orang lain untuk mengerjakan perbuatan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan mengajaknya untuk tidak melakukan perbuatan yang malah dapat menjauhkan diri dariNya. Dan merupakan tugas setiap muslim baik perempuan maupun laki-laki untuk saling nasihat menasihati seperti dalam firman-Nya : “Dan hendaklah ada dari antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran 4: 104).

Gawatnya, ketika memberikan nasihat kita semangat, ketika memberikan saran semangat, ketika memberikan koreksi semangat, akan tetapi ketika giliran kita dikoreksi justru kita tidak sanggup menerimanya. Oleh karena itu kepada siapapun yang akan memberikan nasihat, syarat utamanya adalah kita harus menjadi orang yang terlatih untuk menerima nasihat, terlatih untuk menerima kritik, dan terlatih untuk menerima koreksi.Sebelum kita sanggup untuk melatih diri kita, sulit sekali kita dapat memberi nasihat yang memiliki kekuatan yang menggugah dan memberi perubahan. Nah, secara sederhana di sini ada beberapa kiat yang dapat kita terapkan dalam menerima nasihat atau kritik agar dapat menjadi sarana pembangunan kemuliaan.

Pertama, rindu kritik dan nasihat. Kita harus memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, rindu dinasihati, seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus. Walaupun wajah yang ada dalam cermin adalah wajah yang itu-itu juga, namun kita tidak pernah keberatan untuk merapikan rambut, manakala cermin memperlihatkan gambar rambut yang acak-acakan. Kita pun tidak pernah marah kepada cermin bila di cermin kita melihat di mata kita ada kotoran. Reaksi kita adalah membuang kotoran itu dan bukan memecahkan cermin. Ketahuilah, orang-orang di sekitar kita adalah cermin yang memberitahukan apa kekurangan kita. Sehingga sepatutnyalah kita bergembira ketika ada yang memperlihatkan kekurangan kita, karena dengan demikian kita menjadi tahu dan dapat segera memperbaiki diri.

Kedua, cari dan tanya. Belajarlah bertanya kepada orang tentang kekurangan-kekurangan kita dan belajar pula untuk mendengar dan menerima kritik. Milikilah teman yang mau jujur mengoreksi, tanya pula kepada istri, suami, anak-anak, karyawan dan lain-lain.

Ketiga, nikmati kritik. Persiapkan diri menghadapi kenyataan bahwa kritik tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kritik selain mengandung isi juga melibatkan cara. Kadang isinya benar tetapi caranya kurang bijak. Ada yang isinya salah tetapi caranya benar. Ada yang isi maupun caranya salah. Adapula yang isi dan caranya juga benar. Namun tidak ada kerugian sedikitpun bagi kita selama cara kita menyikapinya benar. Dengarkan dengan baik dan jangan memotong apalagi membantah.

Keempat, syukuri. Adanya orang yang peduli dengan memberikan kritik kepada kita merupakan karunia yang patut disyukuri. Jangan lupa mengucapkan terima kasih. Bila kita berubah menjadi lebih baik melalui nasihat seseorang, jangan lupakan ia dalam doa kita dan sebutlah namanya ketika kita menyampaikan nasihat yang sama kepada orang lain. Nikmati kritik itu sebagai karunia Allah, karena seseorang tidak akan mati karena dikritik.

Kelima, perbaiki diri. Lihatlah apakah benar ada kekurangan pada diri kita. Jawaban terbaik ketika dikoreksi bukanlah membela diri tetapi memperbaiki diri. Sibukkan diri dengan mendengar kritik dan iringi dengan memperbaiki diri. Memang orang yang lemah, orang yang sombong, orang-orang yang penuh kebencian, tidak pernah tahan terhadap kritik. Jika ada yang mengkoreksi maka dirinya sibuk untuk membela diri, sibuk untuk berpikir dan sibuk untuk membalas, ketahuilah bahwa orang yang demikian itu tidak akan bisa maju. Lalu bagaimana jika lalu kita dihina terus? Jangan risau! Karena semua orang yang sukses dan mulia itu pasti ada yang menghina. Tidak akan pernah didengki kecuali orang yang berprestasi.

Keenam, balas budi. Sebagai orang yang tahu terima kasih dan menghargai sebuah pemberian, sudah selayaknya kita membalas pemberian kritik itu sebagai pemberian hadiah pula. Kalau tidak mampu memberikan sesuatu yang berharga, paling tidak sebuah ucapan terima kasih yang tulus dan doa yang ikhlas.

Saudaraku, nasihat yang baik yang boleh kita sampaikan adalah nasihat yang benar, mengandung muatan positif dan tentunya penuh makna dan manfaat bagi semua orang yaitu mengajak pada kebajikan dan menjauhi kemunkaran yang berdasarkan Al Quran dan As Sunnah. Dan bukanlah sebaliknya, menganjurkan kemungkaran dan melarang untuk mengerjakan kebajikan. Sebagai catatan, apapun yang kita sampaikan jika itu benar, alangkah baiknya jika cara menyampaikannya pun benar.

Dengan nasihat kita harus membantu yang lupa agar menjadi ingat, membantu yang lalai agar menjadi semangat, yang tergelincir menjadi bangkit kembali, yang berlumur dosa menjadi bertobat, intinya kalau dilandasi niat yang baik akan melahirkan kebaikan juga.

Ingatlah! Yang paling penting dari suatu nasihat, kritik, dan koreksi itu adalah niat yang mendasarinya. Kalau didasari niat ingin menjatuhkan, koreksi itu hanya akan menjadi pisau atau panah beracun.Harusnya nasihat kita itu dilandasi dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan.

Kalau niat sudah baik caranya juga harus benar. Nabi Muhammad Saw itu adalah seorang penasihat, tetapi nasihatnya itu betul-betul bil hikmah, semuanya penuh dengan kearifan dan kematangan. Beliau memperbaiki peradaban yang begitu keras dan berat justru dengan kelembutan. Pendek kata, kita butuh nasihat yang tulus dari hati yang penuh kasih sayang dengan kata-kata yang terpilih yang tidak melukai diiringi dengan sikap yang tidak menggurui, tidak mempermalukan, tidak memojokan, sehingga orang berubah bukan karena ditekan oleh kata-kata kita melainkan tersentuh oleh kata-kata kita.

Sahabat-sahabat, marilah kita terus berlatih untuk menyayangi orang lain karena itulah sumber yang utama agar nasihat kita menjadi bijak dan penuh kemuliaan. Dan sebaik-baik nasihat adalah dengan suri tauladan, hancurnya orang-orang yang sibuk memberi nasihat adalah ketika apa yang dia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan. Wallahu a’lam bishawab.

( Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar )

***

Bingung mo posting apaan lagih, jadinya boleh copast dech.. abisnya bosen liat tampilan blog sendiri.. ( emang ga ada bakat nih.. ) maklum aj deeh..

Oia..sekalian mo ngucapin "Syukron Kastir..Jazakillah Khoiron kastiro.." wat temen2 w yg udah care ma w.. ( tak bisa kusebutkan atu2.. ) maafkan khilaf w yah.. Thanks wat boneka benko nya.. ^^ klo ga begini kan ga dapet jadinya..hihihi.. Thanks Nu'..

semangat tuk saling menasehati.. tetep nasehatin w yah temen2.. jangan tinggalin w ( kaya apa aj )

Kholash.. la'alla nafa'a!!

Rabu, Mei 14, 2008

Jadwal OTAK

Diposting oleh Soraya di 5/14/2008 09:20:00 AM 6 comment Link ke posting ini
Seorang teman pada awal tahun 2002 pernah meminjam salah satu buku bisnis saya. Dia mengatakan ingin belajar bisnis, karena kebetulan dia lulusan dari teknologi pangan. Seminggu kemudian ketika saya kerumahnya, buku tersebut masih `utuh’ belum tersentuh, terletak diatas meja dengan sedikit debu diatasnya. Dia mengatakan bahwa minggu ini dia sibuk sekali. Mungkin pada akhir pekan dia akan mulai membaca.

Setahun kemudian ketika saya kesana, ternyata debu diatas buku tersebut bertambah tebal. Dan teman saya masih belum mempunyai waktu untuk membaca karena kesibukannya. Saya akhirnya ambil kembali buku tersebut, karena saya memang sedang membutuhkan informasi didalamnya.

Lalu, bagaimana dengan teman saya ? Saya katakan kepadanya, bahwa seumur hidup dia TIDAK AKAN PERNAH PUNYA WAKTU untuk membacanya. Benarkah ? Atau mungkin saya yang terlalu `pelit’ untuk meminjamkan lagi buku saya kepadanya.

Setiap orang sudah punya `jadwal tetap harian’ di dalam otaknya, mulai dari bangun pagi, gosok gigi, mandi, solat, sarapan, ke kantor, bekerja, hingga tidur malam. Pada awal teman saya tadi meminjam buku, dia berusaha memasukkan `menu baru’ ke dalam `jadwal tetap’nya. Menu baru itu akan tetap disitu jika kita melakukan aktivitas tersebut, namun jika tidak `peringkat’nya akan terus menurun.

Setelah satu tahun, peringkat menu `baca buku’ itu pasti sudah terlempar dari 100 besar. Sangatlah sulit untuk mendongkrak kembali ke urutan 10 besar jika tidak ada alasan yang sangat kuat.

Berapa banyak dari kita yang berperilaku seperti itu ? Menunda hal-hal kecil seperti membaca buku, membersihkan rumah, menata lemari pakaian, dll sampai akhirnya pekerjaan tersebut tertunda terus hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Seringkali juga pekerjaan tersebut akhirnya tidak jadi dilaksanakan. Ada tiga hal yang bisa mendorong kita untuk melakukan pekerjaan yang sering tertunda tersebut, yaitu Alasan, Prioritas dan Komitmen.

Alasan

Setiap orang jika menjumpai hal baru selalu timbul satu pertanyaan di benaknya “What’s in it for me ?” Apa manfaat hal baru tersebut untuk saya ? Adakah manfaat tersebut membawa saya ke kehidupan yang lebih baik ? Adakah manfaat tersebut membutuhkan kerja keras ? Adakah manfaat tersebut dapat dinikmati dalam jangka panjang atau pendek ?

Prioritas

Merupakan urutan yang anda letakkan bagi hal baru tersebut. Anda bisa menentukan prioritas hal baru tersebut dengan menanyakan ke diri sendiri beberapa pertanyaan berikut : Seberapa penting hal baru ini dibanding dengan hal yang sudah ada ? Kalaupun lebih penting, haruskah saya kerjakan sekarang ? Dapatkah hal baru ini ditunda kapan- kapan ? Masa iya saya harus menunda pergi ke mall karena harus harus baca buku ?

Komitmen

Komitmen adalah janji anda kepada diri sendiri. Komitmen sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

* saya akan lakukan jika saya ada waktu
Komitmen ini yang kerapkali dilakukan oleh orang-2 yang merasa dirinya sangat sibuk. Mereka akan melakukan tugas baru tersebut disela-sela jadwal mereka yang padat. Itupun kalau memang ada waktu luang. Mengapa mereka melakukan ini ? Sudah jelas, mereka tidak punya alasan ! Itulah mengapa alasan diletakkan di tempat pertama.

* saya akan lakukan semaksimal mungkin
Komitmen kedua ini yang kerap dikatakan orang-2 yang sudah punya alasan, dan berusaha mengerjakan sesuatu sebaik mungkin. Tapi komitmen ini juga tidak cukup kuat. Ibaratnya anda mengisi bak air, pada komitmen kedua ini mungkin anda hanya sanggup mengisi setengahnya saja, karena memang sampai disitu saja anda menganggap kerja anda sudah 100 %.

* saya akan lakukan sampai selesai.
Kelihatannya yang ketiga ini cukup sederhana, tapi justru ini yang tersulit. Pada komitmen ketiga ini, anda mungkin harus bekerja lebih keras dan lebih lama, untuk mengisi bak air itu sampai penuh. Anda mungkin bekerja sampai 120 % untuk menyelesaikannya.

Oke, Alasan, Prioritas dan Komitmen. Kalau ketiga hal ini sudah saya laksanakan, adakah hal-hal baru tersebut bisa saya selesaikan ?

Belum, ada langkah terakhir, yaitu action. Sekuat apapun komitmen anda, tentu tidak akan berjalan tanpa tindakan dari anda. Lakukan hal-hal diatas secara terus menerus, karena suatu hal baru akan menjadi kebiasaan jika sering dilakukan.

Selamat bekerja !

- Sonny V. Sutedjo - (artikel pernah dimuat di Majalah Pengusaha Feb. 2004)

****

Sejalan sama 3Mnya "Aa' Gym", mulai dari hal yg kecil, mulai dari diri sendiri n mulai dari yg sekarang..

hehe..jadi inget minjem buku tapi lom w sentuh sama sekali isinya..maaf yawh, sudah berubah wujud dari 'cakep' menjadi 'kurang cakep'..afwan jiddan akhi..! :p akan w masukin jadi menu di hari sabtu or minggu, smg berjalan. amin!

ok dech, segitu aja, la'alla nafa'a.. ^^

Jumat, Mei 09, 2008

Notes..

Diposting oleh Soraya di 5/09/2008 10:23:00 AM 4 comment Link ke posting ini
Seperti saat belanja, barang yang anda catat akan lebih besar
kemungkinan terbeli, sementara barang yang tidak anda catat -
akan lebih besar kemungkinan untuk terlupakan.

Sama juga dengan itu, buatlah catatan tentang apa yang anda
ingin capai hari ini, supaya kemungkinan anda bisa mencapainya
menjadi lebih besar. Bersamaan juga dengan itu, buat catatan
tentang masalah dan tantangan anda karena masalah yang tercatat
akan lebih mungkin untuk diselesaikan.

Saat membuat catatan, anda memiliki satu sekutu besar di pihak
anda — yaitu komitmen dan kendali. Saat anda menuliskan catatan,tindakan itu telah mencerminkan sebuah komitmen untuk menyelesaikan
masalah. Dan saat anda mulai mencatat - anda telah mengubah
pikiran anda menjadi kerja - dan itu berarti kendali, anda telah
berusaha mengendalikan masalah anda.

Dengan menuliskan masalah anda, anda mulai mengambil alih kendali
atas masalah. Dengan menuliskan tujuan anda, anda mulai bergerak
dari sekedar dorongan keinginan - menjadi dorongan untuk mewujudkan.

Sekali lagi. Buat catatan.

***

emang penting lho, klo udah terlalu sibuk ampe bingung mana duluan yg mesti dikerjain, dicatet tuh solusi terbaik, coz dg mencatat semua masalah yg belom terselesaikan akan terlist n akan bisa di solve satu2.. yaah..akhir2 ini, w sering banget pikun, makanya w bikin catetan apa yg mesti w kerjain. ok deh..segitu aja, semoga bermanfaat! :)

( resensi.net-buat catatan )

Selasa, April 29, 2008

74 Oh....74

Diposting oleh Soraya di 4/29/2008 12:40:00 PM 0 comment Link ke posting ini
Perjalanan menuju kantor pada pagi Selasa ( 29 April '08 ) ini benar2 melelahkan.. Huff.. Tiba di Cawang sekitar pukul 7 lewat 20an. kemarin sih 74 dateng jam 7.35, tapi hari ini tidak seberuntung hari kemarin, 74 datang lebiiih lama, jam 7.55 dg kondisi bus yang "over load".. dan dengan kondisi yg seperti itu, w harus ttep berusaha menyelinap n memaksa ikut tuh bus, hiks.. w ga mao kejadian "tidak diangkut" itu terulang lagih, kejadian yg menyakitkan.. ( haha..berlebihan! ).

Tapi..emang menyakitkan sih, bayangin aja, nggu lama2, panas2an pula.. eh..yg ditunggu menolak kita mentah2, sekalian aja g usah lewat depan mata w tuh bus. abis gimana yaah.. mo nyari alternatif bus lain -P6, macetnya yg g nahanin di beberapa titik tertentu ruas jalan sepanjang gatsu-tomang, huff.. yaudah deh, w bela2in nggu 74. biar selepas kuningan, bisa lancaaaar ampe kb. jeruk.

Udah bysa sih sebenernya dg kondisi seperti ini, tapi..kali ini bener2 kerasa banget perjuangannya, mana tak sarapan :(. nyampe kantor alhamdulillah g telat -8.24, walopun ni baju udah kaya abis dicuci, tapi w seneng coz g ampe merah absen w, hihihi.. walopun dari rumah wangi ampe kantor udah beda lagi wanginya.

selama di bus yg penuh sesak itu, untung depan w mba2 ( intinya seorang wanita yg bisa w jadikan tempat berpegangan, coz..tubuhku terlalu mini untuk menjangkau dinding atas bus ), dibelakang w jg mba2, tapi samping kanan bawah ada cowo duduk di lantai bus, bikin risih ajah.. :(, n samping kiri kenek bus yg bertubuh besar. bahkan slah satu penumpang ada yg nyeletuk " ni keneknya makan tempat nih, suruh turun aj ", hwahahaha.. bener juga siih. Sedikit terhibur dg alunan musik 98.7 FM yang disetel si driver. huff.. yang paling ngeselin, ni bus ngakunya Patas AC, tapi ko disaat2 over load kaya gtu, ACnya seakan mati, semua penumpang berebut oksigen.. suasana yang melelahkan sepanjang tebet-kuningan, dg kondisi berdiri yg g sempuna.

setelah sampe bonjer.. barulah bisa menghirup udara, walopun tidak segar. melintasi RCTI dg mempercepat derap langkah agar tidak ada kata "terlambat" hari ini. oia, jadi inget, semalem ba'da maghrib di Raudhatul Jannah RCTI ada kajian, pembahasannya sih ttg "Saariqoh => pencurian", beserta hukuman2 nya. um..bentaran sih dengerinnya, bisnya dah mo pulang :P. yupz..sampe kantor langsung dah bikin ini itu dg nafas yang masih lom stabil..

hm..semoga perjuangan pagi ini tidak terulang lagih pada keesokan harinya.. n maaf malah jadi curhat g jelas gini.. :D

Kamis, April 10, 2008

Ngambil keputusan...?? Sulitnya bagiku...!

Diposting oleh Soraya di 4/10/2008 12:14:00 PM 0 comment Link ke posting ini

(Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada 4JJI. Sesengguhnya 4JJI menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya) QS Ali ‘Imran 159

Banyak diantara kita tidak yakin ketika akan mengambil keputusan, sehingga gelisah, bingung dan ragu. Dan akhirnya dia selalu berada dalam tertekan dan pusing berkepanjangan. Adalah kewajiban seorang hamba untuk selalu bermusyawarah atau beristikharah kepada 4JJI. Kemudian merenung sebentar, setelah itu jika kemudian dia merasakan ada sesuatu yang menurutnya paling tepat, majulah dan jangan ragu-ragu. Sekarang bulatkan tekad, tawakkal, dan mantapkan hati, agar hidup ragu-ragu dan bimbang cepat berakhir.

Sebelum perang Uhud, Rasulullah berdiri di depan mimbar memimpin musyawarah. Para sahabat merekomendasikan agar Rasulullah turun langsung ke medan perang- Maka Rasulullah Segera memakai baju perang dan mengambil pedang. Tapi rekomendasi sahabat itu justru membuat mereka kikuk sendiri, sehingga harus meyakinkan kepada Rasulullah,“Apakah kami telah membuatmu tidak suka wahai Rasulullah?Bagaimana kalau engkau tinggal di Madinah saja?“Rasulullah menjawab,“Tak pantas bagi seorang Nabi jika dia telah memakai baju perangnya untuk melepaskannya kembali hingga 4JJI menentukan apa yang akan terjadi antara dia dengan musuhnya.“ Rasulullah keluar dengan semangat yang tinggi.

Rasulullah juga bermusyawarah dengan para sehabatnya pada saat perang Badr:

(Dan, bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu) QS Ali ‚Imran :159 (Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah) QS Asy-Syura :38

Sikap ragu-ragu adalah ketidakberesan dalam melihat sebuah peermasalahan, semangat yang loyo, ketidakbulatan tekad,kegigihan yang tak ada obatnya kecuali dengan ketekadan,perbuatan, dan keteguhan hati. Banyak kasus yang menjelaskan bahwa keputusan-keputusan kecil dan permasalahan sepele harus maju mundur tak pernah selesai selama bertahun-tahun. Hal ini bisa diterka bahwa faktor orangnyalah yang harus dibenahi. Mereka selalu ragu dan tidak punya keteguhan hati untuk mengambil keputusan, yang bisa jadi karena faktor dalam dirinya atau faktor luar.

Mereka memberi jalan kepada kegagalan untuk menyatu dengan jiwa mereka, dan ternyata mereka berhasil.

Yang harus dilakukan setelah mempelajari kenyataan adalah memikirkan permasalahan itu, bertukar pendapat dengan orang yang bijaksana dan berpengalaman, beristikharahlah kepada Rabb semesta, berjalan ke depan menghadapi masalah, dan menyelesaikan yang sudah ada di depan mata terlebih dahulu.

Abu Bakar Ash-Shiddiq juga bermusyawarah dengan para sahabat terlebih dahulu sebelum menentukan sikap, apakah akan memerangi orang-orang yang murtad atau tidak. Para sahabatpun merekomendasikan untuk tidak memerangi mereka. Tapi Abu Bakar lebih memilih perang dengan pertimbangan bahwa dengan perang akan tampak kebesaran Islam, menangkas benih-benih fitnah yang akan muncul berikutnya, dan menekan kelompok-kelompok yang potensi akan keluar dari kesucian agama. Cahaya 4JJI yang diterimanya pada waktu tidur menguatkan pendapatnya bahwa perang lebih baik. Maka Abu Bakarpun membulatkan tekadnya dan bersumpah,“Dan demi Dzat Yang Jiwaku ada di tangan-Nya, saya akan perangi orang yang membedakan antara shalat dengan zakat. Demi 4JJI, seandainya mereka tidak mau menyerahkan tali kepala yang pernah mereka berikan kepada Rasulullah, niscaya aku akan perangi mereka.“

Setelah peristuwa itu selesai Umar mengatakan,“ ketika saya menyadari bahwa 4JJI telah membukakan hati Abu Bakar, saya tahu bahwa apa yang telah dia lakukan adalah benar.“buktinya, Abu Bakar jalan terus dengan pendapatnya, dan berhasil. Pendapatnya memang benar, tanpa pretensi dan penyimpangan apapun.

Sampai kapan kita terus goyah?Sampai kapan kita berjalan ditempat?Dan sampai kapan kita terus ragu untuk mengambil keputusan Jika punya pendapat, maka kuatkan tekadmu itu,

Pendapat itu akan hancur ketika kamu ragu

Menggagalkan rencana yang sudah setengah jalan adalah kebiasaan orang munafik dengan selalu mempertanyakan lagi rencana yang sudah dijalankan dan mempertanyakan lagi rencana-rencana yang masih akan diambil.

(Dan, jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain kesusakan belaka) QS. At-Taubah :47

(Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang:“Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.“Katakanlah: Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar“) QS. Ali Imran :168

Mereka selalu mengatakan “seandainya“, ...akan jadi begini jika begini“, dan “bisa jadi“. Dampaknya, kehidupan mereka pun berdiri di atas pengandaian, di atas langkah yang maju mundur, dan ketidakjelasan.

(Mereka dalam keadaan ragu-rgu antara yang demikian (iman dan kafir): tidak masuk pada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan ini (orang-orang kafir).) QS. An Nisa :143

Sesekali mereka bersama kita dan lain kali bersama mereka, kadang-kadang disini dan kadang-kadang disana.

Disebutkan dalam hadist “laksana domba-domba yang banyak yang berada diantara dua kawanan kambing.“ Dan pada saat terjepit mereka akan mengatakan (sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu) QS. Ali ’Imran: 167)

Dengan mengatakan seperti itu sebenarnya mereka tidak jujur kepada 4JJI dan kepada diri mereka sendiri, mereka menghindari masa-masa susah dan akan datang ketika keaadaan mulai membaik.

Keputusan yang mereka ambil adalah keputusan kearah kegagalan dan kesengsaraan. Mereka berkata dalöam surat Al Ahzab: 13 :

(Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).)

Ayat di atas pernyataan yang intinya adalah dalih agar bisa berkelit dari kewajiban dan menghindar dari kebenaran yang nyata

(dari Buku La Tahzan, DR. Aidh Al-Qarni, hal. 452)

hm...berasa banget susahnya ketika w g bisa ngambil sesuatu yang disebut " keputusan ". ntah itu yang bersifat positif maupun yang negatif ( paragh! ). namun yg pasti, w punya sih azam tuk memiliki kepribadian yang mampu menjadi 'qiyadah' linafsi.. , tapi azamnya belom terbukti, hehehe..memalukan!

masih krisis mental, jadi yah beginian deh postingannya. boleh ngopi pula.. ( T_T ).. semoga bermanfaat bagi para qira'ah.. ^^

Selasa, Maret 11, 2008

-- whip of heart --

Diposting oleh Soraya di 3/11/2008 11:28:00 AM 5 comment Link ke posting ini
Kesenangan cinta
adalah karena ingin tetap bersama dengan yang dicintainya
Kami merasa heran dengan orang yang selalu mencela
orang yang sedang dimabuk cinta
padahal selama hidupku
aku hanya cinta kepada Allah dan merindukan-Nya
Aku duduk dan aku berdiri, hanya karena Dia sepanjang hidupku

***

Jiwa orang yang cinta selalu memperhatikan yang dicintainya
dan hatinya terasa hancur karena kecintaannya
Kebanggaan orang yang dimabuk cinta
ialah apabila malam hari yang dilaluinya
hanya bersama dengan yang dicintainya
tempat ia mengadu dan mencurahkan isi hatinya
Dia berdiri di mihrab mengadukan kesusahannya
sedang hatinya penuh gelora cinta kepadanya

***

" Dunia itu adalah racun Allah yang banyak membunuh hamba-hambaNya. Oleh karena itu, ambillah darinya sekadar apa yang biasa diambil untuk dijadikan obat agar kita selamat "

***

Manusia ada tiga macam ;

- seseorang yang disibukkan oleh hari berpulangnya hingga lupa akan penghidupannya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang shalih.
- seseorang yang disibukkan oleh penghidupannya untuk hari berpulangnya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang yang beruntung, dan
- seseorang yang disibukkan oleh penghidupannya sehingga lupa kepada hari berpulangnya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang yang binasa.

( "Siyaathul Quluub ", Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni )

***
karena udah lama g bikin postingan baru, jadinya yang keluar cuma kutipan dari buku aj deh.., yah.. kali kali aja bermanfaat wat yang ngebaca. btw, thanks yah wat yang minjemin ni buku ^_^..

um..isi kutipan tsb jangan liat siapa yang menyampaikan yah..hihihi..tapi liat apa yang disampaikan, okeh?! ;) undzur ila ma qol wa la tandzur ila man qol..

Kamis, Februari 28, 2008

Gimana ini..

Diposting oleh Soraya di 2/28/2008 10:35:00 AM 0 comment Link ke posting ini
bingung banyak kerjaan ngerjain yang mana dulu..

Rabu, Februari 20, 2008

Hijjaz's Song

Diposting oleh Soraya di 2/20/2008 11:21:00 AM 2 comment Link ke posting ini
Mata Hati

Pandangan mata selalu menipu
Pandangan akal selalu tersalah
Pandangan nafsu selalu melulu
Pandangan hati itu yang hakiki
Kalau hati itu bersih

Hati kalau selalu bersih
Pandangannya kan menembusi hijab
Hati jika sudah bersih
Firasatnya tepat kehendak Allah
Tapi hati bila dikotori
Bisikannya bukan lagi kebenaran

Hati tempat jatuhnya pandangan Allah
Jasad lahir tumpuan manusia
Utamakanlah pandangan Allah
Daripada pandangan manusia

************************************************************
Tapi sekarang hatiku kotor.. kotor sekotornya.. jadinya udah g bisa lagi deh yang namanya nembus hijabNYA, udah ngga bisa lagi memiliki firasat2 yang emang kehendakNYA, udah bukan kebenaran lagi yang didengar..hehehe.. namun ku yakin suatu saat nanti ku kan mampu merasakannya kembali..

Fawatstsiqillaahumma Roobithotaha..wa adim wuddaha, wahdiha subulaha..wamla'ha binuurikalladzi laa yakhbuu..

Bagi teman2 yang masih memilikinya, harap dijaga baik2 y hatiny agar tetap bersih.. ^_^

Jumat, Februari 15, 2008

Kemana Kalian...?

Diposting oleh Soraya di 2/15/2008 11:45:00 AM 2 comment Link ke posting ini
Hm.. Jar, Is.. lagi pengen nulis pengalaman kita waktu study arabic di LPINA neh.. gapapakaaan..??

Berawal dari rasa suka pada salah seorang ikhwan ( ups.. ) jadilah w ikut apa aja yang dia tawarkan..termasuk ikutan kursus bhs arab di LPINA, Klender. Ga hanya itu aja pastinya, itu tergolong salah 2 nya, n salah 1 nya karena ketertarikan w akan bhs arab itu sendiri, terlebih kursusnya bersifat " free ".. hehe.. ( dasar! maonya yg gratisan! )

Ok deeh..hari pertama kita janjian, patokannya ngumpul di Masjid yang ada disebrangnya Psr. Klender ( w lupa apa nama Masjidnya ). abis dari situ, kita jalan ampe LPINA, cukup jauh ternyata, tapi.. w seneng gtu ngejalaninny, Xixixixi.. paragh! Ada udang dibalik bakwan.. saat itu temen 1 perjuangannya cuma ada iis n ajar.. kenangan manis bersama w jangan dilupakan y sobat! hehe..

Oke dee.. hari2 minggu terasa penuh bahasa arab buat w, n seneng coz nambah temen, nambah ilmu, nambah pengalaman, nambah tau jalan, nambah apa aj deh yg baik2.. yah..walaupun kadang semangat w suka ngilang, terlebih temen2 1 STM mulai pada ngilang.. "hm.. i'm alone here.."batin w. tapiii.. ternyata w ngga sendiri, coz temen2 yg laen ( walopun ta' sebaya usianya denganku ) juga bisa deket ma w.. bisa maen ke rumah2 mereka, bisa dateng ke acara walimahan salah1 keluarganya, bisa silaturahmi ke rumah2 guru.. huff.. sayang..masa2 itu udah lewat! thanks atas kenangannya ( ka Rusda, kpn yah aya maen ke hum kaka lagi?! ).

ternyata di tengah perjalanan disana, w bisa ngelurusin niat w, yang awalnya bengkok menjadi tidak begitu bengkok..hihi.. n disana juga terlihat sekali keikhlasan asatidz nya, lulusan LIPIA yang keren bhs arabnya.. bikin w mupeng masuk sana, tapi.. ( ah..tapi tapi mulu, udah lanjut aj storynya ).

Gini, mungkin iis tau tapi ajar ngga, disana itu ada salah seorang pria berinisial " B ", dy punya keunikan n keanehan tersendiri. Um.. keunikan terletak pada kukunya yang puanjaaang banget, melebihi ku2 ku2 pada umumnya. n keanehannya yah pada sikapnya yang terbilang 'abnormal', duuh..maaap banget, bukan bermaksud ngebuka aib orang, lagian para reader juga g tau kan yg mana orangnya..kecuali si Iphaw.. selebihnya orang2nya normal ko, yah kaya w gtu deh..

Oia is.. inget ga waktu awal2 kita disama2in mulu, ampe gurunya lupa yang mana iis yang mana w.. hihi.. lucu yah, tapi emang sih, tampak kuar g beda jauh, sama2 berkerudung + berkacamata.. tapi tetep..bagi yg dah kenal bisa ngeliat perbedaan kita, y kan is?!

Trus..apa lagi yah.. Um.. Oia.. disana tuh makin hari makin sedikit aj yg dateng, w punya temen yang sebaya 1 orang, cewe', inisialnya " A ", sekolahny di LPINA situ, dy udah mulai sibuk dah tuh menjelang ujian ( masih kelas 3 semester 1 ), n dy juga udah jarang ngorbit. termasuk w ( kelas 3 semester 2 ) w dah mulai ngilang tuh, abis penutupan pas mo lebaran ( istilahny penutupan sementara, tapi wat w penutupan selamanya ). udah deh, mulai sibuk prepare UN.. sempet sih ikut halal bi halal gtu ke rumah guru2, tapi bis itu udah deh " the end 4ever "

Suatu saat w telpon salah 1 dari mereka, n bad news " udah g ad lagi kursusny, coz orangny dah g ad juga ".. hiks.. sedih! yah..w salah 1 yang meninggalkan t4 itu, tapi niat w g untuk selamanya ninggalin t4 itu.. sayang banget! nyesel! knp mesti bnr2 tenggelam komunitas itu.. kmana kalian teman2.. kmna para ustadzku yang bersedia meluangkan waktunya hanya tuk menyumbangkan ilmu2 yg mereka mliki.. kpan kita bersua n mengkaji bhs arab bareng lagi.. huhu.. klo di inget2 susah banget ngedapetin komunitas kaya gtu sekarang..

Akhir kata w cuma bisa berdoa, moga ilmu, waktu, keikhlasan Ust. Iryanto, Ust. Bukhari, Ust. Nursyamsi mendapatkan balasan pahala dariNYA, menjadi berkah segala apa yang dimilikinya.. tetap dilindungi oleh Allah beserta keluarganya.. n untuk teman2.. moga g lupa yah wat ngundang2 klo walimah ( jgn2 udah ad yg walimah tapi g ngundang negh.. secara mereka sudah memasuki usia pernikahan.. waaa.. don't forget me teman2.. --> apaan siih, ngarep banget diinget dee ), moga tetep diberi Kesehatan.. Barakallahu lakum...

Um.. tau deh tuh doa w diterima pa ngga, secara w kaya gini sekarang..hahaha.. tapi tetep.. dari lubuk hati terdalam ku meminta padaMU Rabb..kabulkan doa2 yang ku panjatkan padaMU... Amiiiiiiiiiiiiiiiin

Oia, maaf neh yang bagi teman2 yg tidak termasuk dalam kisah di atas..

Hm..akhirnya, ditengah kesibukan bisa juga w bikin postingan baru.. halah.. balik lagi kerja yuuu'..



Selasa, Februari 12, 2008

Ngeluh euy..

Diposting oleh Soraya di 2/12/2008 12:11:00 PM 7 comment Link ke posting ini
Hm.. bingung mo posting paan, jadinya cucur hangat ja deh..

Dalam diri w banyak pertanyaan, yg sebenernya bisa dibilang ni cuma pertanyaan bodoh aj, hihi..
Kenapa yah berubah itu sulit?? or kenapa yah..hati itu bener2 "muqallib"?? huh.. seumur-umur w g pernah ngerasain bahagia sebahagia bahagianya --> lho lho? knp mempermasalahkan kebahagiaan gene.. tau deh ah.. namany lagi kusut, jadi sukany nyeleneh..

Ad lagi nih pertanyaanny, kenapa yah w tuh orangny bosenan ( lah..apa peduli kalian yak'.. hihi, namanya curhat di blog sendiri gapapakan... )? Iya..w tuh bosenan, palagi klo beraktivitas, wedew...mati kutu dah nih.. tapi y tetep w jalanin, tapi y gtu.. dengan hati yg kurang ikhlas bisa dibilang.. dengan hati yang berat, dengan hati yg terpaksa.. hua.. siapa bisa bantu ubah pola pikir w akan kehidupan ini.. w bener2 merasa bodoh...

Lagi nih, kenapa hidayah itu mudah lepas?? kan susah ngegapainya...

Hm.. jujur.. w bete berat pagi ini.. menyesali kebodohan2 yg nyata.. terlalu banyak kesalahan, terlalau banyak ketidaktelitian... Waaaaaaa..sampe kapan nih.. help... help... w pengen keluar n mencari jalan hidup w sendiri.. cepatlah selesai masa PSG..

Maaf karena isinya keluhan semua.. mohon dimaklumi.. n betapa bodohnya w bercerita tentang aib sendiri di blog ini.. habisnya... w capeeeee... w mau pandangan hidup yang lebih cerah, w mau berubah..tapi hati w cenderung sulit melakukan perubahan..

muhasabah, saum, tilawah, rawatib, n ibadah mahdah lainny udah bener2 w tinggalin sekarang.. huhu.. Aya.. Aya.. mo jadi apa kamu nak..

Sekian curhatan w yg g bermutu ini, aku mencintai diriku sendiri namun ku tak tau bagaimana caranya agar diri ini dicintai oleh pemiliknya..hiks..

Apalah artinya hidup klo hatinya mati.. mompa semangat tuh ternyata cape juga yah.. huh...stock semangat w kayanya sulit banget dipompa lagi --> yahelah.. hiperbolis sekali w ini.. bete bete aja, toh ntar juga bysa lagih.. come on! semangat!! keep fighting!!

moga hari esok mendatangkan banyak kebaikan..

Allahumma inni as aluka khoiro haadzal yaum wa khoiro ma fiih, wa na'udzubika min syarri hadzal yaum wa syarri ma fiih.. amiiiiiin.... ^_^

Rabu, Januari 23, 2008

Antara Kelemahan dan Kemuliaan

Diposting oleh Soraya di 1/23/2008 03:45:00 PM 2 comment Link ke posting ini

Manusia diciptakan Allah di antara dua sifat, yaitu antara kelemahan dan kemuliaan. Kita harus menyadari bahwa kita diciptakan dengan segala keterbatasan baik fisik maupun pikiran. Sementara kita juga diberikan kemuliaan dengan berbagai kelebihan dibandingkan makhluq lainnya. Kelemahan dan kemuliaan ini diberikan bersamaan kepada diri manusia oleh Allah. Untuk apa?

Kelemahan Manusia

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah(QS. An Nisa:28)

Inilah suatu keseimbangan yang diberikan Allah kepada manusia, antara kelemahan dan kemuliaan. Diberikan kelemahan agar kita lebih waspada dalam bertindak, tidak takabur, dan selalu merasa memerlukan pertolongan Allah dalam kehidupannya. Memang, manusia diberikan berbagai kemulian dan potensi yang dahsyat untuk menundukan alam, tetapi dengan adanya kelemahan pada diri kita, ini akan menyadarkan bahwa kita memerlukan Allah SWT.

Inilah yang membuat kita harus waspada, sehingga memerlukan petunjuk dalam berjalan. Kita memerlukan petunjuk dari Allah agar jalan yang kita tempuh berada dalam jalan yang benar, sesuai dengan fitrahnya. Bayangkan jika kita mengendarai mobil, jika kita merasa mobil yang kita kendarai “sempurna” dan “anti kecelakaan” maka kita akan menjalankan mobil dengan seenaknya atau sembarangan. Tetapi saat kita sadar bahwa masih banyak kelemahan dalam mobil kita, kita akan mengendarai mobil dengan hati-hati.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,”(QS.Al Ahzab:72)

Selain lemah, manusia juga ternyata zalim dan amat bodoh. Kita harus menyadarinya sehingga kita tetap meminta petunjuk dari Allah dalam menjalani hidup kita. Jangan pernah lepas dari petunjuk, jangan penah lepas dari Al Quran dan Hadits karena kita membutuhkan, karena kita zalim dan bodoh.

Bagaimana pun kita ini adalah umat fakir, yaitu membutuhkan Allah dalam kehidupan kita. Sayang sekali banyak manusia yang lupa, mereka hanya mengandalkan pikiran dan tenaga saja dalam meraih sesuatu, padahal kita adalah mahkluq yang fakir, seperti firman Allah:

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.(QS. Faathir:15)

Kemuliaan Manusia

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS.Al Israa’:70)

  • Ditiupi ruh
    Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.(QS.As Sajdah:9)
  • Diberi kistimewaan
    Manusia diberikan kelebihan yang sempurna seperti yang dijelaskan QS.Al Israa’:70.
  • Alam diperuntukan untuk manusia
    Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS.Al Jaatsiyah:12)

Dengan kelebihan-kelebihan ini, kita tidak ada lagi alasan untuk tidak percaya diri dalam menjalan berbagai tugas yang diberikan Allah SWT kepada kita. Tugas yang diberikan kepada kita, ternyata sudah dilengkapi dengan bekal yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Kita memiliki kelebihan dibanding makhluq lain, akan memotivasi kita untuk hidup lebih baik dari makhluq lain. Hidup yang tidak hanya mengejar keperluan perut dan, tetapi lebih dari itu. Sebab yang demikian, binatang pun bisa. Sementara dalam menjalani hidup kita masih memerlukan pertolongan Allah karena kita lemah, zalim, dan bodoh. Itulah umat Islam, umat pertengahan atau bisa dikatakan hidup dalam keseimbangan.

 

My Story Life Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting