Selasa, Juli 10, 2012

Persiapan Keluarga Menyambut Ramadhan

Diposting oleh Soraya di 7/10/2012 12:03:00 PM 2 comment Link ke posting ini
Kajian Muslimah
22 Juni 2012 - Pukul 12.30 WIB - 13.00 WIB
Musholla Tarbiyah KPPTI Lt. 23
Ustadzah Nani Handayani

Tema : Persiapan Keluarga Menyambut Ramadhan

Alhamdulillah hari jumat lalu, tepatnya 22 Juni 2012 aku bisa mengikuti kembali yang namanya 'live' kajian setelah sekian lama absen dari liqo, kajian-kajian, pengajian, dll. Alhamdulillah masih dikasi kesempatan menuntut ilmu :D

Tema Kajian mengenai "Persiapan Keluarga Menyambut Ramadhan". Meskipun belum berkeluarga, tapi "akan berkeluarga" dalam 8 hari kedepan (terhitung 22 Juni ke 30 Juni), hee.. biar bagaimana juga kan aku juga bagian dari keluarga itu sendiri. At least, ambil ilmunya wat diterapin untuk diri sendiri dulu deh.

Sang Ustazah Nani Handayani menjelaskan bahwa persiapan-persiapan yang perlu dilakukan menjelang kehadiran bulan penuh berkah Ramadhan salah satunya adalah Persiapan Fisik Pribadi maupun Keluarga. Dalam persiapan fisik ini, perlu diperhatikan yang namanya Sunnah Puasa. Apa saja ya yang termasuk Sunnah Puasa..?? Berikut uraiannya:
  1. Menyegerakan berbuka
  2. Berdoa ketika berbuka
  3. Berbuka dengan yang manis, sangat dianjurkan dengan kurma.
  4. Sahur. sahur termasuk sunnah puasa, selain berpahala jika dikerjakan, didalam sahur kita mendapatkan keberkahan, yakni dengan mengakhirkan sahur dengan batas akhir ketika azan subuh berkumandang.
tips untuk semangat ketika bersahur yaitu kebalikan dari berbuka (dari segi makanan). sediakan makanan fresh ketika sahur (yang biasanya disajikan ketika berbuka). hal ini dikarenakan makanan ketika sahur itu dipersiapkan untuk puasa seharian penuh, sedangkan makanan ketika berbuka udahannya justru untuk tidur. selain itu, makanan berbuka yang terlalu 'istimewa' memberi efek mengantuk dan malas, padahal masih ada keberkahan lain yang harus dikejar di malam hari ramadhan dengan tarawih jama'ah.

Sang Ustazah juga bilang, ada 3 ciri orang yang puasanya itu bisa disebut "berkualitas". yang bagaimana ya? apakah kita termasuk orang-orang yang "berkualitas" dalam berpuasa? semoga iya, amiin..
  1. Orang yang paling aktif melakukan kebaikan. bisa dibilang "Produktif Beramal Sholeh".
  2. Orang yang menjauhkan diri dari hal-hal yang mungkar. orang tsb mampu menghindari diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat, hal-hal yang bisa membatalkan pahala puasa. apa saja ya hal-hal terlarang itu? sebut saja ghibah, nonton gossip di TV, mencuri, berkhalwat, dsb.
  3. Orang yang menampakkan rasa gembira ketika menyambut, menjalani puasa ramadhan. ekspresi gembira bisa terlihat dengan murah dan banyaknya senyum, wajah yang berseri-seri, ringan tangan membantu orang lain, dsb.
Karena Ramadhan ini datengnya setahun sekali, yang kita bahkan ngga tau tahun ini kedapetan apa ngga, ngga ada ruginya kita buat schedule yang goalnya merupakan target-target ramadhan, diantaranya;
  • tarawihnya full, ngga bolong-bolong
  • khatamul qur'an, minimal banget 1x
  • banyak sedekah, karena berkahnya Allah berlimpah ruah di Bulan Suci satu ini
sekarang masuk ke sesi tanya jawab yaa..
question #1
"dalam persiapan menyambut ramadhan, kebanyakan anak-anak dilatih untuk bergembira dengan kedatangannya melalui aksi pawai menyambut ramadhan, apakah hal itu termasuk bid'ah?"

sang Ustazah menjawab yang kurang lebih begini "yang namanya bid'ah itu HANYA DALAM HAL IBADAH, apabila sesuatu yang itu bisa dijadikan sebagai sarana dakwah (wasilah dakwah), maka bukan disebut bid'ah. karnaval/pawai menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tidak bisa disebut bid'ah karena fungsinya hanya sebatas sarana menyampaikan dakwah. dan karnaval/pawai tersebut tidak termasuk dalam kategori ibadah.

question #2
"apakah benar syaitan itu dibelenggu pada saat bulan ramadhan?"
sang Ustazah menjawab yang kurang lebih begini "makna dari syaitan dibelenggu adalah hanya untuk orang-orang yang menjalankan puasanya dengan benar. seperti halnya hadits yang sering dikemukakan "tidaklah seseorang mencuri, melainkan imannya sedang lepas dari hatinya"

question #3
ada pertanyaan mengenai fidyah dan qodho shaum ramadhan.
jika ada kasus seperti ini, seorang wanita melahirkan di bulan ramadhan, kemudian selama 1 tahun kedepan menyusui dan tidak sempat/mampu mengqodho shaumnya, maka wanita tsb terkena hukum membayar fidyah sebanyak 30 hari disertai qodho ramadhan juga. fidyah tersebut sebaiknya dibayarkan setelah ramadhan.

bagi wanita haidh, yang belum juga mengqodho shaumnya padahal sudah melewati masa 1 tahun, maka wajib baginya untuk membayar fidyah (denda kelalaian) dan juga qodho shaum sebanyak hari yang ditinggalkan.

untuk puasa syawal, menurut Ustazah Nani boleh-boleh saja seorang wanita yang punya hutang puasa mendahulukan syawal, tapi dengan syarat setelah selesai syawal menyegerakan untuk mengqodho utang shaumnya.

semoga ilmu ini bermanfaat untuk aku pribadi dan para pembaca..

la'alla Nafa'a (^_^)

 

My Story Life Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting