Jumat, September 28, 2012

Menikah itu..

Diposting oleh Soraya di 9/28/2012 03:15:00 PM 1 comment Link ke posting ini
Menikah itu.. Menghalalkan apa-apa yang haram, menghalalkan apa-apa yang sebelumnya Allah larang terjadi antara pria dan wanita.

Menikah itu medan perjuangan. Dimana lahir dan batin menjadi alat perjuangan mengarungi bahtera rumah tangga.

Tatkala kita menuntut kesempurnaan pada pasangan, namun Allah tidak menghendaki kesempurnaan itu ada padanya.. pantaskan kita marah? pantaskah kita kecewa? padahal seharusnya kita berkaca akan segunung kekurangan yang ada pada diri kita sendiri..
 
Menikah itu menerima sepenuh hati, seikhlas jiwa, semua kekurangan yang ada, yang akan ada, dan terus muncul di hari-hari kedepan. Jangan bicara soal kelebihan. Karena sejatinya, kekuranganlah yang menuntut perjuangan besar untuk tetap bertahan.

Menikah itu indah.. tatkala pasangan, berusaha memahami, meskipun tidak mengerti apa yang diinginkan, apa yang diharapkan kekasihnya. Indah jika sama-sama bisa menjaga perasaan dan ego. Saling bekerja sama dengan cinta dan kasih sayang.

Menikah itu sakinah.. menentramkan jiwa dan menghilangkan rasa takut akan dosa pacaran. Membuang jauh-jauh kemurkaan Allah atas maksiat yang dilakukan.

Menikah itu perlu banyak belajar, bahkan sebelum pernikahan hadir dalam hidup kita. Belajar bagaimana memulai pernikahan yang mengundang berkah Allah, belajar bagaimana menjadi suami/istri yang sholeh/sholehah, belajar bagaimana memanajemen hati, belajar memperkuat kesabaran dan keikhlasan, belajar dewasa menghadapi serta menyikapi masalah dan tantangan hidup, belajar bijak mengambil keputusan, belajar melakukan dan memberi apapun tanpa pamrih, belajar belajar dan belajar.

Menikah itu menyenangkan ketika hati sama-sama damai, sama-sama berpikir positif, sama-sama faham dan mengerti apa arti "pernikahan" itu.

Menikah itu marah, kesal, benci dengan sebenar-benarnya, bukan dengan kepura-puraan yang berangsur-angsur memudar. Maka dari itu, hati-hati menjaga hati. Jaga ia agar tetap terkendali dari nafsu amarah yang selalu dikipas-kipaskan syaithan demi mengganggu ketenanganmu berumah tangga. Berbanding terbalik dengan pacaran bukan?

Menikah itu lelah.. karena syaitan telah pergi mengumbar asmara di saat pacaran yang didalamnya berisi semua yang Allah larang, dan menghembuskan kejenuhan dan kebosanan di saat semua telah Allah halalkan..

Menikah itu pasti indah dan menyenangkan.. bila tidak didahului pacaran dan hal-hal yang memang belum menjadi hak kita, karena kita baru berhak atas seseorang setelah ijab qobul terucap..

Menikah itu lebih cepat lebih baik, karena tak perlu menabung dosa banyak-banyak akibat pacaran.

Menikah itu baru ku kecap tepatnya selama 2 bulan 28 hari. Alhamdulillah, 2 hari lagi akan menginjak usia 3 bulan. Rasanya.. sedikit berbeda dengan manisnya pengantin baru yang banyak didendangkan banyak orang, mungkin akibat masa pacaran yang cukup lama (astaghfirulloh.. ampuni dosaku di masa lampau Ya Allah.. faghfirlii.. fa'fu 'annii..).

Sekedar saran, Apa-apa yang Allah larang itu ada hikmahnya, termasuk kenapa Allah melarang pacaran. Pacaran itu tidak hanya bergandengan tangan saja, tapi juga sms-an, telponan, dan segala bentuk komunikasi lainnya termasuk dalam kategori pacaran. Belum tentu sang pacar yang alih-alih berjanji akan menikahi kita itu sudah Allah takdirkan menjadi suami kita kelak bukan? walaupun dia pria yang baik, telaten bekerja, sholeh beribadah, tapi.. urusan jodoh itu kepunyaan Allah. Rahasia yang tidak ada yang bisa mengintip, siapa jodoh kita kelak.. apakah akan dipertemukan di dunia ini atau nanti di akhirat, apakah sholeh, biasa saja, atau bahkan mungkar? (na'uudzubillaahi min dzaalik)

Teringat ucapan teman, "w mah ngga mau pacaran, kalopun orang yang pacaran sampe nikah, pernikahannya juga ga berkah". Dan seorang teman yang bijak-pun menjawab "Makanya.. ketika walimatul 'usry kan kita semua yang hadir dianjurkan mendoakan 'baarokallaahu lakuma wa baaroka 'alaikumaa wa jama'a bainakumaa fii khoiir', supaya Allah memberkahi mereka (sang pengantin) dan menjadikan kebersamaan mereka dalam kebaikan".

Pacaran itu bukan pilihan, tapi bertemanlah yang sehat, tanpa ada syaithan didalamnya. Teman.. belum terlambat untuk menjadi muslimah yang berusaha menyempurnakan dirinya, dengan menjaga hati demi sang suami yang akan datang suatu hari nanti, meminangmu dengan segudang kebaikan yang dimiliki, dengan hati yang benar-benar bersih, sebersih dirimu menjaga hatimu..

Jarang.. jarang sekali ada muslimah yang mampu menjaga hatinya. 1:1000. Maukah kau menjadi muslimah pilihan? Menjadi 1 yang terbaik dari 1000?

Semoga Allah mengampuni dosaku, dosanya, dosa orang-orang mukmin dan mukminat yang masih saja menabung dosa untuk akhiratnya..

Ya Allah.. bimbing diriku dan suamiku menjalani rumah tangga yang Engkau Ridhoi, Engkau Rahmati..
Ya Allah.. jadikan kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kami mampu diterima oleh pasangan kami..
Ya Allah.. berkahilah pernikahan kami, jadikan kebersamaan kami selalu berada dalam kebaikan dan ketaatan..
Ya Allah.. jadikan kami mampu membedakan yang benar itu benar, dan yang bathil itu bathil.. jangan samarkan kami dengan kebaikan padahal itu keburukan..
Ya Allah.. tunjukkan kami jalan yang lurus.. bukan jalan mereka yang sesat..


Aamiin..

Aya & Tohir (30 Juni 2012)

"Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan.."

(Doa Robithoh)
 

My Story Life Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting