| Aya & Tohir (30 Juni 2012) |
Jumat, September 28, 2012
Menikah itu..
Jumat, Agustus 31, 2012
Naik Kereta Arah Jakarta - Depok, Sesuatu BGT
Jumat, Agustus 03, 2012
Happy Milad For My Beloved One
Sebulan 4 hari tepatnya kebersamaan kami terangkai dalam rumah tangga, yang tak henti ku harapkan agar Allah senantiasa memberkahi pernikahan kami, menjadikannya sakinah, mawaddah wa rohmah. Aamiin..
di Milad suami y
ang ke 23, meski tidak bersama sepanjang malam-sore (karena pekerjaan yang selalu menyita waktunya tuk bersamaku), aku ingin mempersembahkan sebuah hadiah kecil. Cake Birthday salah satunya.. meski bukan buatan sendiri, tapi aku harap bisa sedikit menyenangkan hatinya (syukur2 jika lebih banyak menyenangkannya, hehe..)Banyak doa yang kupanjatkan untuknya.. lebih banyak dan lebih panjang dari doaku sehari-hari. Ini moment spesial, meski banyak yang salah kaprah menyikapi moment milad dengan hura-hura. Moment berkurangnya jatah umur, setahun demi setahun. ya Allah.. berkahi usianya.. keberkahan yang mencakup semua aspek kehidupannya.
Cake ini kupersembahkan sebagai bentuk syukur atas nikmat usia yang Engkau karuniakan untuknya.. Terimakasihku juga karena Engkau telah memberiku kesempatan menjadi istri untuknya. Terimakasih Allah, Engkau memberiku waktu menikmati kehidupan rumah tangga baru ini bersamanya.
Harapan-harapan dan doa-doa yang terucap hari ini, semoga Engkau ijabah ya Rabb.. Jadikan usianya berada dalam kebaikan dan ketaatan, karuniakan kesehatan lahir maupun batinnya, sholehkan ia.. murahkan rizkinya dengan rizki yang halal, karuniakan pekerjaan yang baik, kelancaran dan kemudahan kuliahnya, karuniakan kelembutan hati, kesabaran, kebijaksanaan, kedewasaan serta kepemimpinan agar ia menjadi suami dan kelak calon ayah yang baik bagiku dan anak-anakku, jadikan kebersamaan kami dalam rumah tangga ini mendapatkan rahmat serta ridhoMu..
Aamiiin Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiiin..
Happy Milad Suamiku, Barakallah fii 'umrik (^_^)
uhibbuka yaa habibie.. i love you my beloved, Tohir Isnaeni
Selasa, Juli 10, 2012
Persiapan Keluarga Menyambut Ramadhan
22 Juni 2012 - Pukul 12.30 WIB - 13.00 WIB
Musholla Tarbiyah KPPTI Lt. 23
Ustadzah Nani Handayani
Tema : Persiapan Keluarga Menyambut Ramadhan
Alhamdulillah hari jumat lalu, tepatnya 22 Juni 2012 aku bisa mengikuti kembali yang namanya 'live' kajian setelah sekian lama absen dari liqo, kajian-kajian, pengajian, dll. Alhamdulillah masih dikasi kesempatan menuntut ilmu :D
Tema Kajian mengenai "Persiapan Keluarga Menyambut Ramadhan". Meskipun belum berkeluarga, tapi "akan berkeluarga" dalam 8 hari kedepan (terhitung 22 Juni ke 30 Juni), hee.. biar bagaimana juga kan aku juga bagian dari keluarga itu sendiri. At least, ambil ilmunya wat diterapin untuk diri sendiri dulu deh.
Sang Ustazah Nani Handayani menjelaskan bahwa persiapan-persiapan yang perlu dilakukan menjelang kehadiran bulan penuh berkah Ramadhan salah satunya adalah Persiapan Fisik Pribadi maupun Keluarga. Dalam persiapan fisik ini, perlu diperhatikan yang namanya Sunnah Puasa. Apa saja ya yang termasuk Sunnah Puasa..?? Berikut uraiannya:
- Menyegerakan berbuka
- Berdoa ketika berbuka
- Berbuka dengan yang manis, sangat dianjurkan dengan kurma.
- Sahur. sahur termasuk sunnah puasa, selain berpahala jika dikerjakan, didalam sahur kita mendapatkan keberkahan, yakni dengan mengakhirkan sahur dengan batas akhir ketika azan subuh berkumandang.
Sang Ustazah juga bilang, ada 3 ciri orang yang puasanya itu bisa disebut "berkualitas". yang bagaimana ya? apakah kita termasuk orang-orang yang "berkualitas" dalam berpuasa? semoga iya, amiin..
- Orang yang paling aktif melakukan kebaikan. bisa dibilang "Produktif Beramal Sholeh".
- Orang yang menjauhkan diri dari hal-hal yang mungkar. orang tsb mampu menghindari diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat, hal-hal yang bisa membatalkan pahala puasa. apa saja ya hal-hal terlarang itu? sebut saja ghibah, nonton gossip di TV, mencuri, berkhalwat, dsb.
- Orang yang menampakkan rasa gembira ketika menyambut, menjalani puasa ramadhan. ekspresi gembira bisa terlihat dengan murah dan banyaknya senyum, wajah yang berseri-seri, ringan tangan membantu orang lain, dsb.
- tarawihnya full, ngga bolong-bolong
- khatamul qur'an, minimal banget 1x
- banyak sedekah, karena berkahnya Allah berlimpah ruah di Bulan Suci satu ini
question #1
"dalam persiapan menyambut ramadhan, kebanyakan anak-anak dilatih untuk bergembira dengan kedatangannya melalui aksi pawai menyambut ramadhan, apakah hal itu termasuk bid'ah?"
sang Ustazah menjawab yang kurang lebih begini "yang namanya bid'ah itu HANYA DALAM HAL IBADAH, apabila sesuatu yang itu bisa dijadikan sebagai sarana dakwah (wasilah dakwah), maka bukan disebut bid'ah. karnaval/pawai menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tidak bisa disebut bid'ah karena fungsinya hanya sebatas sarana menyampaikan dakwah. dan karnaval/pawai tersebut tidak termasuk dalam kategori ibadah.
question #2
"apakah benar syaitan itu dibelenggu pada saat bulan ramadhan?"
sang Ustazah menjawab yang kurang lebih begini "makna dari syaitan dibelenggu adalah hanya untuk orang-orang yang menjalankan puasanya dengan benar. seperti halnya hadits yang sering dikemukakan "tidaklah seseorang mencuri, melainkan imannya sedang lepas dari hatinya"
question #3
ada pertanyaan mengenai fidyah dan qodho shaum ramadhan.
jika ada kasus seperti ini, seorang wanita melahirkan di bulan ramadhan, kemudian selama 1 tahun kedepan menyusui dan tidak sempat/mampu mengqodho shaumnya, maka wanita tsb terkena hukum membayar fidyah sebanyak 30 hari disertai qodho ramadhan juga. fidyah tersebut sebaiknya dibayarkan setelah ramadhan.
bagi wanita haidh, yang belum juga mengqodho shaumnya padahal sudah melewati masa 1 tahun, maka wajib baginya untuk membayar fidyah (denda kelalaian) dan juga qodho shaum sebanyak hari yang ditinggalkan.
untuk puasa syawal, menurut Ustazah Nani boleh-boleh saja seorang wanita yang punya hutang puasa mendahulukan syawal, tapi dengan syarat setelah selesai syawal menyegerakan untuk mengqodho utang shaumnya.
semoga ilmu ini bermanfaat untuk aku pribadi dan para pembaca..
la'alla Nafa'a (^_^)
Rabu, April 25, 2012
Memulai Hari Tanpa GALAU
dakwatuna.com - Pagi begitu indah untuk dilewati begitu saja, semangat memulai hari akan menjadi ukuran seberapa manfaatnya hari ini bagi kita. Memulai dengan hal-hal yang positif tentunya akan selalu dan berakhir dengan hasil yang positif pula. Asy Syahid Hasan Al-Banna pernah berkata “Malammu begitu berharga, maka jangan kamu murahkan dia dengan kelalaian”. Tentu dengan menghidupkan malam-malam kita dengan mendekati diri kepada Allah. Saya kira tidak masalah kalau pernyataan beliau saya copy dan mengubah redaksi waktu yang ada, saya pun berkata “Pagi kita begitu berharga, maka jangan kita murahkan dia dengan kelalaian.”
Kicauan burung mengajari kita cara memulai hari, dengan kicauan merdunya pertanda mereka memulai hari dengan syukur dan memuji kebesaran Allah swt. Antara kita dan Burung, tapi bukan masalah mana yang lebih hebat untuk terbang, ini juga bukan urusan tentang siapa yang lebih pintar, juga bukan siapa yang lebih sempurna. Tetapi, siapa yang lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada dua makhluk ini.
“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” (QS. Annur: 41)
Bersyukur dan bersyukur, memulai hari dengan memuji kebesaran Allah, insya Allah hari-hari kita akan dipenuhi kebahagiaan dan ketenangan. Jauh dari yang namanya kegalauan. Galau itu hadir tatkala kita sudah lupa cara berterima kasih atas apa yang kita terima saat ini. Kita lupa ada yang Maha di atas segalanya, sehingga dengan mudah terbawa suasana dan sangat disayangkan kalau sampai ada yang menyalahkan suasana, menggerutu dan timbul keputusasaan.
“Karena Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.” (Benjamin Franklin)
Sehingga sedikit sekali waktu bahagia yang kita miliki, selalu melihat kebahagiaan itu berada di atas kepala orang lain. Secara tidak sadar bahwa kebahagiaan juga berhak kita miliki dan itu ada, tapi belum terlihat oleh kita. Ayo mulai hari kita dengan:
1. Shalat subuh
Cara kita memulai hari dengan bersyukur, menyembah dan meminta kepada pemilik alam semesta, yang menggerakkan seluruh hati manusia. Sehingga kemudharatan tidak akan menimpa kita kecuali dengan izinNya, dan kesuksesan tidak akan kita raih kecuali dengan izinNya. Apapun kemauan kita, ayo kita minta sama pemilik Alam ini dan barengi usaha dan tawakal kita. Insya Allah tidak akan sia-sia. Selamat mencoba.
2. Dzikir subuh
Mensyukuri waktu subuh kita, karena di subuh ini masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati sisa-sia hidup kita. Alangkah baik-nya kalau kita memiliki buku panduan dzikir subuh, dan bisa dibeli di toko buku terdekat yaitu Alma’tsurat Dzikir pagi dan sore. Selamat mencoba.
3. Tilawah Al-Qur’an
Lantunan Kalamullah akan membuat ketenangan tersendiri bagi Batin kita, selain lipatan pahala dari huruf demi huruf yang kita baca. Selamat mencoba.
4. Ceria dan Senyum
Setelah ketiga hal di atas terpenuhi, maka keceriaan dan kebahagiaan akan sendirinya hadir menemani hari-hari kita.
Maka dengan empat hal di atas kita akan selalu siap menghadapi panas dinginnya hari ini, desas-desus, lika-liku kehidupan, dengan kata lain kegalauan akan minder dengan sendirinya dan akan meninggalkan kita dari Galau-Galau tak menentu. Selamat mencoba dan dijamin Berhasil, seandainya belum terbukti mengusir kegalauan hari-hari Anda maka cek kembali niat Anda.
“Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.” (Bediuzzaman Said Nursi)
La'alla Nafa'a..
jauh-jauh dari galau, jauh-jauh dari keburukan, jauh-jauh dari kufur nikmat. semoga Allah selalu merahmati dan memberkahi hari-hari kita dalam ketaatan dan kesabaran.
artikel ini copast dari sini :D
Rabu, April 18, 2012
about you daddy..
Abaku.. sungguh tidak dapat ku balas pengorbanan serta jasamu menghidupi kami, tanpa pendamping hidup, tanpa teman berbagi suka duka mengurus anak-anakmu ini. sungguh.. tidak ada yang bisa membalas pengorbananmu, tidak ada satupun, tidak ada seorangpun dari kami, anak-anakmu, yang mungkin mampu memenuhi keinginanmu tentang hidup kami, yang memenuhi harapanmu tentang masa depan kami, yang mampu membahagiakanmu, sedikit saja, dalam hidup ini.
Abaku.. entah kegalauan apa ini. Pagi ini aku merindukan seorang ayah, juga seorang ibu. huffh.. angan-anganku terlalu besar jika menginginkan keberadaan orang tua dalam hidupku. tidak ada, aku tidak mengenal kasih sayang itu. kasih sayangmu padaku kaku.. karena kita tidak seatap di saat aku membutuhkanmu, disaat aku merasa perlu kehadiranmu. aku masih terlalu kecil saat kau masih disini, bersama kami anak-anakmu, di satu atap yang sama. kepulanganku dinanti, kepergianku dilepas dengan doamu.
Abaku.. apa aku yang terlalu acuh dengan keberadaanmu.. apa aku yang terlalu asik sibuk sendiri. Ya Rabb.. ingin rasanya menjadi keluarga yang utuh, dengan satu keluarga inti berada dalam satu rumah, aba, ummi, meski ia ibu tiri, serta kaka-kakaku, ingin ada adik tapi seribu sayang Kau tidak mengizinkanku memilikinya Rabbi..
Ada sedikit rasa sebal ketika melihat orang lain yang Engkau beri nikmat memiliki orang tua yang lengkap namun mereka perlakukan seakan-akan orangtua mengatur hidup mereka, seakan-akan hidup sang anak terkekang dengan keberadaan mereka. sebal menyaksikan keponakanku tidak ada rasa berbaktinya pada kakaku sebagai orangtuanya, sebal mengetahui banyak remaja saat ini lebih dekat pada teman-teman mereka yang belum tentu baik dibandingkan dekat dengan orang tua. naudzubillahi min dzaalik..
Abaku.. melihat kau murung lantaran masalah perjodohan yang gagal, sungguh membuatku miris melihatnya. ikut bersedih kenapa kau bersedih tentang itu. ikut menangis melihat kau yang se-akan-akan tidak mengutamakan kebahagiaan sang anak, padahal sungguh aku tidak tau Ya Rabb.. apa rahasiamu dibalik semua kekurangan itu, bahagia-kah atau tidak yang mampu diprediksi dengan kasat mata. kebahagiaan berumah tangga, aku tau Abaku, kau pasti menginginkan itu diatas segalanya.. tapi.. lagi-lagi kami hanya melihat dari kasat mata saja.
Abaku.. pernah ku bisikkan padamu bahwa akan ada lamar seseorang yang melamarku, dan kau berkata tentang "keturunan baik", dan kau meng-iya-kan bisikanku, tapi kenapa kau ajukan aku untuk dijadikan kandidat perjodohan lagi, kenapa kau mau menjodohkan kakaku pula dengan pria itu.. sungguh aku tidak mengerti, aku sedih dan menangis dengan ke-tidakmengertian ini.
Abaku.. keridhoanmu, kerestuanmu, itu yang ku jadikan dasar kelak untuk berumah tangga, keridhoan yang menjadikan berkah tidaknya rumah tanggaku kelak. Semoga di hatimu yang terdalam, semoga kau mau menerima pendampingku kelak, pendamping kaka-kakaku kelak, meski tidak sesuai dengan keinginan dan harapan, tapi semoga Allah ikhlaskan hatimu yang terdalam untuk merestui anak-anakmu menjalani rumah tangganya kelak.
Abaku.. maaf karena sampai hari ini aku belum mengenalmu psikismu dengan baik, aku hanya tau sekadarnya, hanya tau dari yang tampak di wajah. sungguh Abaku.. urusan perjodohan ini memang sangat sensitif. butuh seseorang yang tepat untuk bisa kau dan anak-anakmu terima kehadirannya. bukan hanya kau dan adik2mu terima, tapi tidak di hati anakmu. kami, meski tidak pernah membahagiakanmu, tapi tidak ingin menjalani kehidupan yang cukup panjang dalam rumah tangga kelak dengan seseorang yang tidak kami terima di hati. tidak, jangan sampai kami berumah tangga dengan terpaksa atas pilihanmu Abaku, meski kami pun tidak pernah tau apakah itu yang terbaik atau bukan.
sekali lagi, aku pernah tidak tau apa rahasiamu Ya Rabb.. Rahasia kehidupan yang tidak pernah kami semua tau. berikan kami petunjuk dan jalan yang baik Ya Rabb.. jalan yang meski tidak selalu indah tapi tetap dalam lindungan dan bimbinganMu..
Selasa, April 10, 2012
Jangan Jatuh Cinta-nya Maidany
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua.. hanya permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta
Yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan
***
ingin seperti mereka yang mampu menjaga hatinya sebersih mungkin, sehingga Allah menitipkan cinta yang suci di hatinya.. Perkenankan aku Ya Rabb..
Jumat, Februari 03, 2012
Keberkahan itu..
Alhamdulillah Allah masih mengaruniakanku telinga, yang alhamdulillah-nya lagi masih sehat dan mampu mendengar. Suatu sore disaat jam kerja, telingaku menyempatkan diri untuk mendengar kajian Ust. Syamsul Ma’arif, MA yang sedang on air di Radio RAS FM (95.5 Mhz). Tema kajian sore itu mengenai “Makna Keberkahan”, yang sengaja dituliskan kembali di blog ini supaya lebih sering direview dan ditelaah kembali.
berkah itu..
-) Az-Ziyaadah, yakni Ziyaadatul Khair (bertambahnya kebaikan). Bertambahnya kebaikan dalam bentuk Ibadah kepada Allah (Ibadah secara ritual ; sholat, puasa, tilawah, dsb), serta ibadah dalam bentuk social (berbuat baik kepada kerabat, jiran, masyarakat serta lingkup besarnya agama dan Negara). Ibadah secara ritual dapat dengan ringan dan dengan khusyuk dilakukan. Yang perlu diingat, bertambahnya kebaikan atau berkahnya hidup bukan dilihat dari segi bertambahnya materi seseorang, melainkan dari segi nilai kebaikan orang tsb terhadap kehidupan akhiratnya, seseorang yang mengutamakan akhiratnya, maka Allah akan mencukupi dunianya.
Ada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi : "Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup didalam hatinya serta mempersatukan (mempermudah –pentj.) urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan patuh dan hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada didepan matanya serta mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan baginya".
Di dalam Al-Qur’an Allah juga menerangkan;
“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik”. (QS 17 : 18-19)
-) As-Sa’adah, yakni Kebahagiaan (Kebahagiaan yang sesungguhnya). Jika sudah berumah-tangga, kebahagiaan ini dirasakan oleh hati melalui sikap menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan hidup, tidak ada percekcokan yang melampaui batas. Kebahagiaan tidak semata-mata dilihat dari zhohirnya, orang yang bahagia adalah orang yang memiliki akhlaq yang bagus.
Kebahagiaan hidup selain disebabkan oleh keberkahan yang Allah berikan, juga disebabkan oleh ketenangan hati. Ketenangan hati yang menjamin kebahagiaan hidup seseorang. Salah satu cara agar hati ini menjadi tenang dan tenteram adalah memiliki sifat “Qona’ah”, yakni menerima pemberian Allah sesuai Qodho dan Qadarnya Allah, dan itu yang terbaik untuk kita. Yakinlah bahwa Allah memberikan sesuatu sesuai dengan takaran/kadar.
-) At-Tazkiyah, yakni Bersih. Orang yang mendapatkan keberkahan hidup adalah orang yang hidupnya bersih, bersih dari maksiat. Harta yang dimiliki bersih dari hak orang lain, artinya orang tsb selalu membayarkan zakatnya, selalu menginfaqkan dan mensedekahkan hartanya di Jalan Allah karena ia tahu harta yang dia miliki adalah titipan Allah yang didalamnya ada hak orang lain.
La’alla Nafa’a.. Ilalliqo.. ^_^
Senin, Desember 12, 2011
Dear All Teman-teman Akhwatku.. ^^
kadang-kadang gregetan juga sih, mesti dalam acara apa sih kita-kita tuh baru mau dateng ( biasanya mungkin jenguk orang sakit, atau yang lebih dari itu, ta'ziah apabila ada salah satu anggota keluarga teman yang wafat). sekarang emang beda, semua dah kuliah, dah kerja juga, dah ada kesibukan - kesibukan lain juga. tapi kan masa silaturahimnya gini-gini aja.. ngeliqo kek gitu.. kalian udah punya liqoan masing-masing-kah?? T_T diriku kangen ngeliqo bareng kalian lagi.. kemarin di rumah abis liat list absensi liqo-an dulu.. ya ampun.. sekarang temen-temen w pada kemana ya.. kadang dismsin tuk meminta kehadiran dalam acara tertentu, pasti deh mengecewakan. ini w yang lebay apa gimana ya? (hehe.. )
Sabtu 3 december kemarin s
yukur alhamdulillah Zu and Iis mau mampir ke rumah, meski lama nunggu w mandi dulu (hehe.. afwan yah is.. afwan yah zu..). seneng bisa silaturahim lagi walau cuma bertiga dari ber-8 Tekaje n dari ber-17 cewe-cewe angkatan 33. ayo donk.. semangat ngumpul2 lagi dalam kebaikan. jangan ampe ga tau kabar tau2 dah mau married aja. mudah-mudahan Allah pertemukan kita lagi.. kangen kalo cuma ngomong doank di sms atau chat mah ga berarti apa2 kalo raga kita ga bertemu, mumpung nih masih pada hidup, masih dikasi umur.sedikit liriknya Brothers "Untukmu Teman" -temanku di Pembangunan..
Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau mengulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria..
Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ikatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan
Bersimpul padu
Kenangan bersamamu
Takkan ku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa
Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan
Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya
by Brothers
Iis.. Kharis.. Lis.. Ajar.. Ami.. Zu n Shan.. Miss you All :-*




