Senin, Juli 14, 2008

Fatimah Az Zahra

Diposting oleh Soraya di 7/14/2008 02:43:00 PM 0 comment Link ke posting ini
hm..curhat dikit boleh kan?! Cerita waktu hari sabtu aj deh..

waktu dateng ke skul, w banyak ngobrol ma Djali, um..obrolannya seputar majelis Rasulullah yg bysa dy ikutin tiap malem minggu, tempatnya insidentil, habib hasan yang pimpin ( klo g salah ). ada cewenya juga, dy ngajakin w, tp..w blom yakin ah..secara pergi ngaji malem2, malem minggu pula ( bysa di rumah anteng depan tipi ), n sebelum ngaji pake ada acara konvoi segala, um..makin g tertaut hati w ( ha3..laga'nya )

ok deh, akhirnya kita ngobrol banyak hal, yg paling nyangkut sih obrolan mengenai fatimah, trus sengaja browse n taro di blog supaya pada tau keturunan Nabi itu asalnya dari sapa, jangan kaya w yg baru ngeh sekarang ( dari dulu kmna aj neng T_T.. )

Ada kaitannya sama surat Al Kautsar , jadi bentar kita kaji sedikit mengenai Al Kautsar yawh!

******

Membedah Tafsir Surah al Kautsar

FATIMAH: ANUGERAH SPEKTAKULER ILAHI BAGI NABI SAW

Apa arti kata al kautsar? Bagaimana asbabul nuzul surat al kautsar? Bagaimana pemahaman ulama mengenai kata al kautsar ini?

Al kautsar berarti kebajikan yang banyak. Kata alkautsar berasal dari kata katsiir yang digunakan untuk menunjukkan pada sesuatu yang kuantitas atau kualitas tinggi. Kata al kautsar hanya disebut sekali dalam al Qur’an, yaitu dalam surat Al Kautsar/108:1. Al kautsar sekaligus menjadi nama dari surat yang ke 108 ini, namun ada juga yang memberi nama surat ini dengan surat an Nahr.

Terdapat beragam riwayat yang menceritakan tentang asbabaun nuzulnya surat ini, salah satu diantaranya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as Suddi. Ketika putera Rasulullah saw (Al Qasim) meninggal, al ’Ashi bin Wail berkata bahwa Muhammad telah terputus keturunannya, maka turunlah surat al Kautsar/108: 3 (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus).

Riwayat yang senada dikatakan bahwa ’Uqbah bin Abi Mua’ith berkata,’Tidak seorang anak laki-lakipun yang hidup bagi nabi saw, sehingga keturunannya terputus’. Ayat ini (Surat al Kautsar/108:3) turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu (R. Ibn jarir). (Lihat asbabun nuzul surat al Kautsar, Qomaruddin shaleh, dkk)

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami menganugerahimu al Kautsar. Maka karena itu shalatlah dan angkatlah kedua tanganmu. Sesungguhnya orang yang membencimu dia-lah yang tak berketurunan.” (QS. Al Kautsar: 1-3)

Nabi diberi anugerah yang agung oleh Allah berupa Al-Kautsar dan jiwa beliau menjadi tenteram ketika diberitahu bahwa orang yang mencelanya tidak memiliki keturunan, sebaliknya justru dia sendiri yang “abtar” alias tidak berketurunan.

Menurut Allamah Thabathaba’i,

“Sesungguhnya orang yang membencimu dia-lah yang tak berketurunan.”Yang dimaksud “abtar” ialah orang yang terputus keturunannya, sedangkan yang dimaksud al-Kautsar ialah banyaknya keturunan Nabi saw dimana ini merupakan anugerah bagi beliau. Atau al Kautsar juga berarti kebaikan yang banyak. Dan banyaknya keturunan masuk dalam kategori kebaikan yang banyak. Kalau tidak kita maknai demikian maka firman-Nya, “Sesungguhnya orang yang membencimu dia-lah yang tak berketurunan,” sulit dipahami.

Banyak riwayat yang menjelaskan bahwa surat ini turun kepada seseorang yang mencela Nabi saw dan mengatakan bahwa beliau tidak mempunyai keturunan lagi setelah anaknya Qosim dan Abdullah meninggal dunia. Dengan demikian ini, riwayat tersebut membantah tafsiran yang mengatakan bahwa yang dimaksud “abtar” ialah ejekan seorang musyrik yang mengatakan bahwa Nabi saw terputus dari kaumnya atau terputus dari kebaikan lalu Allah membantahnya dan mengatakan bahwa justru yang mengejek beliau yang terputus dari kebaikan.

Ayat tersebut mengindikasikan bahwa anak-anak Fatimah as adalah keturunan Nabi saw. Hal ini dengan sendirinya mengisyaratkan keagungan Al-Qur’an al-Karim dimana Allah SWT memperbanyak keturunan Rasul saw sepeninggal beliau, sehingga tidak ada suatu keturunan pun yang menandingi mereka, meskipun mereka dibunuh dan mengalami penderitaan serta musibah.

Firman-Nya:

“Maka karena itu shalatlah dan angkatlah kedua tanganmu”.Konteks ayat ini menjelaskan perintah penegakan shalat dan melaksanakan nahr. Alasan di balik penunaian shalat ini tersebut dalam ayat: “Sesungguhnya Kami menganugerahimu al Kautsar.” Ini merupakan wujud syukur atas nikmat. Dan maknanya ialah: ketika Kami telah mengaruniaimu al-Kautsar maka bersyukurlah atas nikmat ini dengan melakukan shalat dan angkatlah kedua tanganmu saat takbir dalam shalat sampai di atas dada.

Yang dimaksud “nahr” ialah—sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ahli Sunah dan Syi’ah dari Nabi saw dan dari Imam Ali bin Abi Thalib dan Syi’ah meriwayatkannya dari Imam ash Shadiq dan imam-imam yang selainnya—mengangkat kedua tangan sampai di atas dada saat takbir di dalam shalat. Ada juga yang berpendapat bahwa makna ayat yang tersebut: “Tunaikanlah shalat Ied (Hari Raya) untuk Tuhanmu dan potonglah unta. Dan ada yang berpendapat lagi bahwa maknanya: “Shalatlah untuk Tuhanmu dan berdirilah dengan tegak saat mengangkat kepalamu dari rukuk. Firman-Nya: Sesungguhnya orang yang membencimu dia-lah yang tak berketurunan.”

Yang dimaksud as syani’ ialah al mubghid (yang membenci) dan al abtar ialah yang tidak memiliki keturunan. Dan orang yang membenci dan mencela Nabi saw adalah Ash bin Wa’il.

******

Fatimah az Zahra begitu berharga di mata ayahnya, Baginda Rasulullah saw. Tanpa Fatimah, Nabi saw tak berketurunan. Tanpa Fatimah, tak ada yang kufu`(sebanding) dengan penjebol benteng Khaibar, Imam Ali bin Abi Thalib bin Abi Thalib. Tanpa Fatimah, tak akan lahir dua pemuda penghulu surga, al Hasan dan al Husin. Tanpa Fatimah, tak akan pernah ada kisah ketegaran dan kesabaran Srikandi Karbala, Zainab al Kubra. Tanpa Fatimah, tak akan tercium aroma kecemburuan yang dihembuskan oleh Aisyah. Betapa Aisyah tidak cemburu karena setiap Nabi saw hendak meninggalkan rumahnya maka rumah terakhir yang dikunjunginya adalah rumah Fatimah. Dan saat pulang dari bepergian maka rumah pertama yang disinggahinya adalah rumah Fatimah. Maka, Fatimah adalah terminal pertama dan terakhir bagi Rasulullah saw. Bahkan tak sungkan-sungkan Nabi saw mencium putri semata wayangnya ini sambil bersabda: Setiap kali aku merindukan aroma surga maka aku mencium putriku Fatimah.Dan cukuplah kebesaran Fatimah az Zahra ketika kran keturunan Nabi saw mengalir cukup deras dari rahim sucinya. Meski para musuh kebenaran mencoba menghabisi keturunan Rasul saw dengan berbagai cara sepanjang sejarah dan tragedi Karbala adalah cara paling biadab yang mereka lakukan namun Allah SWT berkehendak untuk menjaga keturunan suci ini sehingga keturunan dan anak-anak Fatimah tetap ada di berbagai belahan bumi. Dan meski keturunan Rasul saw tidak berasal dari sulbi pria (karena semua anak laki-laki beliau meninggal di waktu kecil) namun beliau tetap berbangga dengan dijadikannya Fatimah sebagai penerus keturunan beliau. Oleh karena itu, beliau memanggil al Hasan dan al Husain dengan sebutan ya waladi (wahai anakku), bukan, ya shibthi (wahai cucuku). Yang demikian itu karena Allah SWT berkehendak untuk menjadikan Fatimah sebagai jembatan kesinambungan keturunan Nabi saw.

Jadi, Fatimah bukan hanya sekadar wanita biasa. Beliau—sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw—adalah penghulu para wanita semesta alam. Bahkan saking hebatnya putri Khadijah ini, Nabi saw menyatakan dalam hadis yang sahih bahwa ledakan emosi Fatimah adalah ledakan emosi Allah dan restu dan kegembiraan Fatimah adalah restu dan kegembiraan Allah. Akhirnya, Fatimah adalah keajaiban sejarah. Dan Fatimah adalah mukjizat Rasulullah saw yang abadi.

Salam kepadamu wahai Fatimah az Zahra di saat engkau dilahirkan… Salam kepadamu wahai ibunda tersayang al Hasan dan al Husin di saat engkau dikebumikan di malam hari secara rahasia oleh suami tercintamu…Dan salam kepadamu wahai belahan hati Nabi saw di saat engkau dibangkitkan kembali di sisi Allah SWT

*****

La'alla Nafa'a ^^
 

My Story Life Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting