Rabu, April 25, 2012

Memulai Hari Tanpa GALAU

Diposting oleh Soraya di 4/25/2012 11:54:00 AM 0 comment Link ke posting ini

dakwatuna.com - Pagi begitu indah untuk dilewati begitu saja, semangat memulai hari akan menjadi ukuran seberapa manfaatnya hari ini bagi kita. Memulai dengan hal-hal yang positif tentunya akan selalu dan berakhir dengan hasil yang positif pula. Asy Syahid Hasan Al-Banna pernah berkata Malammu begitu berharga, maka jangan kamu murahkan dia dengan kelalaian”. Tentu dengan menghidupkan malam-malam kita dengan mendekati diri kepada Allah. Saya kira tidak masalah kalau pernyataan beliau saya copy dan mengubah redaksi waktu yang ada, saya pun berkata “Pagi kita begitu berharga, maka jangan kita murahkan dia dengan kelalaian.”

Kicauan burung mengajari kita cara memulai hari, dengan kicauan merdunya pertanda mereka memulai hari dengan syukur dan memuji kebesaran Allah swt. Antara kita dan Burung, tapi bukan masalah mana yang lebih hebat untuk terbang, ini juga bukan urusan tentang siapa yang lebih pintar, juga bukan siapa yang lebih sempurna. Tetapi, siapa yang lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada dua makhluk ini.

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan (QS. Annur: 41)

Bersyukur dan bersyukur, memulai hari dengan memuji kebesaran Allah, insya Allah hari-hari kita akan dipenuhi kebahagiaan dan ketenangan. Jauh dari yang namanya kegalauan. Galau itu hadir tatkala kita sudah lupa cara berterima kasih atas apa yang kita terima saat ini. Kita lupa ada yang Maha di atas segalanya, sehingga dengan mudah terbawa suasana dan sangat disayangkan kalau sampai ada yang menyalahkan suasana, menggerutu dan timbul keputusasaan.

Karena Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.” (Benjamin Franklin)

Sehingga sedikit sekali waktu bahagia yang kita miliki, selalu melihat kebahagiaan itu berada di atas kepala orang lain. Secara tidak sadar bahwa kebahagiaan juga berhak kita miliki dan itu ada, tapi belum terlihat oleh kita. Ayo mulai hari kita dengan:

1. Shalat subuh

Cara kita memulai hari dengan bersyukur, menyembah dan meminta kepada pemilik alam semesta, yang menggerakkan seluruh hati manusia. Sehingga kemudharatan tidak akan menimpa kita kecuali dengan izinNya, dan kesuksesan tidak akan kita raih kecuali dengan izinNya. Apapun kemauan kita, ayo kita minta sama pemilik Alam ini dan barengi usaha dan tawakal kita. Insya Allah tidak akan sia-sia. Selamat mencoba.

2. Dzikir subuh

Mensyukuri waktu subuh kita, karena di subuh ini masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati sisa-sia hidup kita. Alangkah baik-nya kalau kita memiliki buku panduan dzikir subuh, dan bisa dibeli di toko buku terdekat yaitu Alma’tsurat Dzikir pagi dan sore. Selamat mencoba.

3. Tilawah Al-Qur’an

Lantunan Kalamullah akan membuat ketenangan tersendiri bagi Batin kita, selain lipatan pahala dari huruf demi huruf yang kita baca. Selamat mencoba.

4. Ceria dan Senyum

Setelah ketiga hal di atas terpenuhi, maka keceriaan dan kebahagiaan akan sendirinya hadir menemani hari-hari kita.

Maka dengan empat hal di atas kita akan selalu siap menghadapi panas dinginnya hari ini, desas-desus, lika-liku kehidupan, dengan kata lain kegalauan akan minder dengan sendirinya dan akan meninggalkan kita dari Galau-Galau tak menentu. Selamat mencoba dan dijamin Berhasil, seandainya belum terbukti mengusir kegalauan hari-hari Anda maka cek kembali niat Anda.

Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.” (Bediuzzaman Said Nursi)

***

La'alla Nafa'a..

jauh-jauh dari galau, jauh-jauh dari keburukan, jauh-jauh dari kufur nikmat. semoga Allah selalu merahmati dan memberkahi hari-hari kita dalam ketaatan dan kesabaran.

artikel ini copast dari sini :D

Rabu, April 18, 2012

about you daddy..

Diposting oleh Soraya di 4/18/2012 12:05:00 PM 3 comment Link ke posting ini
Aba, Abi, Walid, Ayah, Bapak.. apapun itu sebutanmu, ntah kenapa semakin bertambah usiaku (yang sejatinya berkurang) semakin tidak mengerti apa yang kau inginkan. apa yang kau rasakan. apa yang kau harapkan. dari kami, anak-anakmu.

Abaku.. sungguh tidak dapat ku balas pengorbanan serta jasamu menghidupi kami, tanpa pendamping hidup, tanpa teman berbagi suka duka mengurus anak-anakmu ini. sungguh.. tidak ada yang bisa membalas pengorbananmu, tidak ada satupun, tidak ada seorangpun dari kami, anak-anakmu, yang mungkin mampu memenuhi keinginanmu tentang hidup kami, yang memenuhi harapanmu tentang masa depan kami, yang mampu membahagiakanmu, sedikit saja, dalam hidup ini.

Abaku.. entah kegalauan apa ini. Pagi ini aku merindukan seorang ayah, juga seorang ibu. huffh.. angan-anganku terlalu besar jika menginginkan keberadaan orang tua dalam hidupku. tidak ada, aku tidak mengenal kasih sayang itu. kasih sayangmu padaku kaku.. karena kita tidak seatap di saat aku membutuhkanmu, disaat aku merasa perlu kehadiranmu. aku masih terlalu kecil saat kau masih disini, bersama kami anak-anakmu, di satu atap yang sama. kepulanganku dinanti, kepergianku dilepas dengan doamu.

Abaku.. apa aku yang terlalu acuh dengan keberadaanmu.. apa aku yang terlalu asik sibuk sendiri. Ya Rabb.. ingin rasanya menjadi keluarga yang utuh, dengan satu keluarga inti berada dalam satu rumah, aba, ummi, meski ia ibu tiri, serta kaka-kakaku, ingin ada adik tapi seribu sayang Kau tidak mengizinkanku memilikinya Rabbi..

Ada sedikit rasa sebal ketika melihat orang lain yang Engkau beri nikmat memiliki orang tua yang lengkap namun mereka perlakukan seakan-akan orangtua mengatur hidup mereka, seakan-akan hidup sang anak terkekang dengan keberadaan mereka. sebal menyaksikan keponakanku tidak ada rasa berbaktinya pada kakaku sebagai orangtuanya, sebal mengetahui banyak remaja saat ini lebih dekat pada teman-teman mereka yang belum tentu baik dibandingkan dekat dengan orang tua. naudzubillahi min dzaalik..

Abaku.. melihat kau murung lantaran masalah perjodohan yang gagal, sungguh membuatku miris melihatnya. ikut bersedih kenapa kau bersedih tentang itu. ikut menangis melihat kau yang se-akan-akan tidak mengutamakan kebahagiaan sang anak, padahal sungguh aku tidak tau Ya Rabb.. apa rahasiamu dibalik semua kekurangan itu, bahagia-kah atau tidak yang mampu diprediksi dengan kasat mata. kebahagiaan berumah tangga, aku tau Abaku, kau pasti menginginkan itu diatas segalanya.. tapi.. lagi-lagi kami hanya melihat dari kasat mata saja.

Abaku.. pernah ku bisikkan padamu bahwa akan ada lamar seseorang yang melamarku, dan kau berkata tentang "keturunan baik", dan kau meng-iya-kan bisikanku, tapi kenapa kau ajukan aku untuk dijadikan kandidat perjodohan lagi, kenapa kau mau menjodohkan kakaku pula dengan pria itu.. sungguh aku tidak mengerti, aku sedih dan menangis dengan ke-tidakmengertian ini.

Abaku.. keridhoanmu, kerestuanmu, itu yang ku jadikan dasar kelak untuk berumah tangga, keridhoan yang menjadikan berkah tidaknya rumah tanggaku kelak. Semoga di hatimu yang terdalam, semoga kau mau menerima pendampingku kelak, pendamping kaka-kakaku kelak, meski tidak sesuai dengan keinginan dan harapan, tapi semoga Allah ikhlaskan hatimu yang terdalam untuk merestui anak-anakmu menjalani rumah tangganya kelak.

Abaku.. maaf karena sampai hari ini aku belum mengenalmu psikismu dengan baik, aku hanya tau sekadarnya, hanya tau dari yang tampak di wajah. sungguh Abaku.. urusan perjodohan ini memang sangat sensitif. butuh seseorang yang tepat untuk bisa kau dan anak-anakmu terima kehadirannya. bukan hanya kau dan adik2mu terima, tapi tidak di hati anakmu. kami, meski tidak pernah membahagiakanmu, tapi tidak ingin menjalani kehidupan yang cukup panjang dalam rumah tangga kelak dengan seseorang yang tidak kami terima di hati. tidak, jangan sampai kami berumah tangga dengan terpaksa atas pilihanmu Abaku, meski kami pun tidak pernah tau apakah itu yang terbaik atau bukan.

sekali lagi, aku pernah tidak tau apa rahasiamu Ya Rabb.. Rahasia kehidupan yang tidak pernah kami semua tau. berikan kami petunjuk dan jalan yang baik Ya Rabb.. jalan yang meski tidak selalu indah tapi tetap dalam lindungan dan bimbinganMu..

Selasa, April 10, 2012

Jangan Jatuh Cinta-nya Maidany

Diposting oleh Soraya di 4/10/2012 12:57:00 PM 0 comment Link ke posting ini
Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni...

Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua.. hanya permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...

Tuhanku berikanku cinta
Yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam

Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan

***

ingin seperti mereka yang mampu menjaga hatinya sebersih mungkin, sehingga Allah menitipkan cinta yang suci di hatinya.. Perkenankan aku Ya Rabb..
 

My Story Life Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting